Sinopsis Drama dan Film Korea City Hunter episode 6-1
0. Nana tidak menggubris permintaan Yoon Sung untuk membuatkan kopi, ia tanya langsung kenapa Yoon Sung mencampuri hidupnya.
Nana : Kau kasihan padaku, ya kan? Apa aku begitu menyedihkan?
Yoon Sung pura2 tidak mengerti. Nana menjelaskan, kau beli rumahku, ya kan? Apa kau hanya ingin pamer kekayaan-mu?
Yoon Sung berkata itu urusannya karena ia pakai uangnya sendiri. Ini hakku, kan?
Nana tidak mengerti untuk apa beli apartemen usang? Yoon Sung sudah punya apartemen bagus.
Yoon Sung berkata itu investasi, rumah Nana memang tua, tapi begitu dimasukkan dalam lelang berarti itu milik pemerintah.
Yoon Sung beralasan karena lokasinya juga dekat dengan Blue House dan investasinya bisa berkembang dengan bagus.
Nana tidak percaya, apa Yoon Sung benar2 ingin tinggal disana. Kau meninggalkan rumahmu yang nyaman dan memilih rumah reyot juga bocor?
Yoon Sung : Ya!
Itu tidak masuk akal bagi Nana. Yoon Sung berkata ia yakin sekali, berapa kali aku harus mengulang perkataan-ku? Oya, kapan kau akan pindah?
Yoon Sung : Kim Nana, kita saling jujur saja. Bukankah kau datang untuk memohon agar kau diperbolehkan tinggal disana beberapa lama? Jika kau minta baik-baik aku akan pertimbangkan.
Nana : Kau selalu merasa benar dan agung, itu sama sekali tidak berarti. Aku takut kau membeli rumah itu karena kau ingin membuatku senang.
Aku jelas tidak senang. Karena orang yang paling kubenci dari dasar hatiku adalah mereka yang menghamburkan uang untuk mempermainkan orang lain.
Nana : Aku akan segera mengosongkan rumah. Kita ketemu sepulang kerja.
Nana pergi dengan kesal.
Yoon Sung menghela nafas, apa ini?
Yoon Sung terlalu gengsi untuk mengatakan kalau dia peduli pada Nana
Yoon Sung jalan ke kantornya dan Ki Joon minta maaf atas peristiwa semalam, saat ia mabuk. Apa aku kehilangan kendali dan mempermalukan diriku sendiri?
Ki Joon berkata ia tidak ingat.
Yoon Sung : Kau benar2 tidak ingat?
Ki Joon hanya ingat sedikit, ada wanita bersama Yoon Sung semalam, itu bukan Nona Shin Eun Ah, ya kan?
Yoon Sung : Nona Shin Eun Ah? Apa itu yang ingin kau tanyakan?
Yoon Sung minta kembali konsentrasi kerja saja. Ki Joon masih penasaran, tunggu dulu…
Yoon Sung sedang tidak enak hati, apa lagi sekarang?
Ki Joon : Aku benar2 tidak kehilangan kendali kan?
Yoon Sung teriak, sebenarnya iya! Benar2 diluar kendali!
Nana mengamati foto keluarganya dan kalung peluru itu. Eun Ah datang untuk mengingatkan Nana atas shift berikutnya.
Nana menghela nafas dan berkata akan berangkat sekarang.
Eun Ah heran, kenapa kau menghela nafas, apa terjadi sesuatu?
Nana : Tidak..tidak ada apa-apa.
Jaksa Young Jo menemui sopir bis tahanan yang dibajak Jin Pyo.
Sopir itu berkata kalau Jin Pyo adalah orang yang menodongkan senjata ke kepalanya dan berkata : Jika kau ingin hidup maka turunlah.
Jang Pil Jae berpikir, Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak, keduanya politisi yang ikut pemilu, mereka diserang dan diculik, apa ini organisasi teroris? Korea Utara? Apa mungkin ini City Hunter?
Young Jo tidak merasa ini City Hunter, tidak mungkin ia ingin membunuhnya setelah mengirimkannya ke Kejaksaan, ini tidak konsisten.
Young Jo minta anak buahnya memeriksa sidik jari di lift dengan di mobil tahanan juga dengan sidik jari di surat.
Sopir itu berkata kalau pria di bis itu sepertinya kakinya luka. Kakinya membuatnya sulit bergerak.
Young Jo minta Jang Pil Jae memeriksa database orang usia 40 s/d 60 th dengan cacat kaki.
Pil Jae mengerti.
Young Jo : Penyelidik Kim Mi Yuk, kau berkata kalau senjata yang dipakai dalam penyerangan modelnya adalah US AR-15 ?
Bibi Nana membenarkan, ya itu kesimpulan yang didapat dari analisis peluru.
Young Jo minta Bibi Kim menyelidiki catatan imigrasi selama 2 th terakhir. Periksa apa ada imigran, khususnya dari Amerika yang membawa senjata ini.
Yoon Sung memeriksa sekeliling apartemen Nana. Ia naik ke atap dan memeriksa dengan teropongnya, siapa tahu…bisa untuk pelarian.
Lalu Yoon Sung memeriksa teralis jendelanya. Yoon Sung ngomel, itulah mengapa kita harus memasang jendela anti maling di setiap ruangan.
Yoon Sung bahkan pergi ke tukang jendela. Paman itu berkata perbaikan rumah itu mungkin ditunda beberapa hari, pakai saja dulu. Jangan membuang uangmu.
Yoon Sung : Kau mau melakukannya atau tidak?
Paman itu minta uang muka 500 ribu Won. Bukan masalah bagi Yoon Sung, ia langsung membayarnya, tapi minta segera dipasang jendela anti-malingnya. Harga bukan masalah, asal aman.
Paman itu sibuk dan akan memasangnya besok pagi. Berikan saja kuncinya.
Yoon Sung : Kunci?
Yoon Sung menunggu Nana dimobil sambil latihan bicara baik-baik. Ia ingin Nana tetap tinggal disini, karena Nana tidak punya tujuan lain.
Yoon Sung bicara sendiri, Kim Nana. Tinggallah disini sampai aku mengijinkanmu pergi, ok? bla..bla..
Sampai tiba-tiba Kim Nana muncul di jendela Yoon Sung dan membuatnya kaget setengah mati. Wow..kau benar2 tepat waktu.
Nana : Apa kau sudah tidak sabar untuk tinggal di rumah ini?
Yoon Sung : Kalau tidak kenapa aku membeli rumah ini? Berikan kuncinya.
Nana : Jadi kau datang hanya untuk minta kunci?
Ikut aku, kalau aku selesai akan kuberikan kuncinya.
Nana jalan masuk. Yoon Sung serba salah dan mengikuti Nana, hei! hei! Kim Nana!
Nana mengemasi baju-bajunya sambil berkata kalau Yoon Sung benar2 sesuai dengan kesan pertama yang ia dapat. Mencari sopir pengganti untuk bercumbu dengan wanita di bangku belakang mobil..aku bisa melihat orang seperti apa dirimu.
Yoon Sung duduk menunggu Nana, ia tidak bisa bicara apapun. Cuma berseru, hei! Kim Nana!
Nana : Hanya karena kau membantuku dengan biaya operasi ayahku dan juga Mi Jin dan Do Jin waktu itu, kupikir kesan pertamaku padamu itu salah.
Yoon Sung : Sudah, kalau begitu tidak usah berkemas. Apa kau tidak mau terus tinggal disini?
Nana : Kau bercanda, ya kan? Lee Yoon Sung, aku tidak tahu apa kau disini hanya main2 karena kau banyak uang atau kau disini untuk investasi seperti katamu. Sejak aku usia 7 th, rumah ini…
Nana tidak bisa melanjutkan.
Yoon Sung yang menyambung, aku tahu. Rumah ini punya meja yang dibuat oleh ayahmu sendiri dan taplak mejanya dijahit oleh ibumu. Jadi aku akan mengijinkanmu tinggal disini!
Nana semakin kesal, ia memberikan kunci dan titip anjingnya, kau hanya perlu memberinya makan sekali sehari.
Nana : Blackie sangat pintar, ia tahu kapan pergi ke toilet, kau hanya perlu membuka pintu. Nanti kalau aku sudah mendapatkan rumah, aku akan mengambil Blackie dan semua barangku.
Yoon Sung kaget, kau mau aku tinggal dengan anjing ini?
Nana : Kata siapa aku ingin? Kau yang mengusirku keluar dengan mendadak, jadi, apa kau tidak seharusnya melakukan ini?
Yoon Sung tidak mau mengurus Blackie.
Nana “pesan” pada Blackie, jika paman ini menjengkelkanmu, kau harus bertahan, ok? Kakak akan datang dan mengambilmu segera.
Nana pergi. Meninggalkan Yoon Sung yang duduk di sofa dengan tidak percaya,hei! Kim Nana!
Yoon Sung bicara sendiri, wow! aku belum mengijinkanmu pergi. Kapan aku menghamburkan uangku? Kau! kau sendiri yang tiba-tiba lari dan tanya kenapa aku beli rumah ini.
Kau yang marah duluan!
Maksud Yoon Sung sebenarnya baik, cuma dia tidak tahu bagaimana bicara dengan baik
Yoon Sung mengejar Nana. Nana naik bis, Yoon Sung naik mobil mewahnya, ia teriak2 Hei! Kim Nana! hei! hentikan bisnya!
Yoon Sung teriak, kubilang turun dari bis!
Nana pura2 tidak melihat Yoon Sung.
Keduanya tidak sadar kalau Yan Rong (Anak buah Chun Jae Man) mengikuti mereka.
Nana ke RS dan menjenguk ayahnya, Ayah, kenapa kau jadi kurus? Apa karena aku tidak sering berkunjung?
Yoon Sung ada di luar pintu kamar dan mendengar semua kata2 Nana.
Nana : Kepala Bagian berkata aku tidak cukup bagus sebagai pengawal. Gajiku dipotong, dan sekarang rumahnya jadi milik orang lain. Ayah, apa yang harus kulakukan?
Hidupku kacau.
Nana mengeluarkan kalung pelurunya, tapi karena orang itu, aku masih hidup. Aku sebenarnya berpikir ingin mati, lucu kan?
Yoon Sung jalan menjauh dari kamar Ayah Nana dan melihat Yan Rong. Yoon Sung dengan pintar menyembunyikan dirinya.
Ia melihat seorang wanita cantik sedang telp dan duduk di depannya.
Yoon Sung berkata kalau pria dibelakang itu (Yan Rong), dia sangat menyukai anda.
Wanita itu menoleh ke Yan Rong, tapi Yoon Sung mencegahnya. Jangan, jangan melihat dulu.
Yoon Sung : Dia sangat tampan, kau tidak akan menyesal. Jadi paling tidak, temui dia dan minum kopi bersamanya. Jika kau tidak suka, kau bisa menolaknya.
Wanita itu mengikuti kata2 Yoon Sung dan menemui Yan Rong. Ia berkata Yan Rong bukan tipenya, tapi teman-nya iya (maksudnya Yoon Sung), apa Yan Rong bisa memberikan no. telp teman-mu?
Yan Rong tidak mengerti, ia fokus mencari Yoon Sung, tapi karena wanita itu, ia kehilangan jejak Yoon Sung.
Yoon Sung kembali ke kamar ayah Nana. Nana kelelahan dan tertidur di dekat bed ayahnya.
Yoon Sung hanya menghela nafas dan menyelimuti Nana.
Yoon Sung pulang ke rumah barunya. Ia mengeluh karena Blackie cuma memandang ke arah Yoon Sung saja.
Yoon Sung “menasihati” Blackie, Blackie, kalau seseorang datang, kau harus menyalak. Jika kau seperti ini, bagaimana aku bisa mempercayakan Nana padamu dengan tenang?
Yoon Sung duduk dan bingung, sekarang apa? Ia mencoba menyalakan TV, tidak menyala. Ada apa ini? Jaman apa ini? Tempat apa ini..tanpa ada barang yang layak. Soalnya TV Yoon Sung bisa untuk video confference
Yoon Sung bicara dengan foto Nana, Kim Nana, kenapa kau tidak mengijinkan orang menyelesaikan pembicaraan mereka? Kau selalu keras kepala. Membuatku menyesal..
Paginya, Yoon Sung bangun dan akan ke toilet. Pertama ia mengecek airnya, ternyata tidak jalan. Yoon Sung benar2 kesal.
Yoon Sung membawa kopi untuk Nana. Tapi tidak tahan untuk mengeluhkan kondisi rumah Nana.
Hei, kenapa rumahmu seperti itu? Tidak ada yang benar.
Nana : Kau akan terbiasa dengan rumah itu. Kenapa rumah yang harus terbiasa denganmu?
Yoon Sung : Kenapa toiletnya tidak jalan? Apa aku harus selalu membuka tankinya dan menarik tuasnya dengan tangan? aku pasang shower untuk air dingin, tapi air yang keluar panas sekali dan hampir merebusku hidup-hidup!
Nana menghentikan keluhan Yoon Sung, aku tidak mau marah tiap pagi. Apa kita bisa pura2 tidak kenal?
Nana pergi dan Yoon Sung jalan ke ruangannya. Kopinya tidak diambil Nana.
Kepala bagian Yoon Sung senang, ia pikir kopi itu untuknya. Tapi Yoon Sung minta maaf, ini punya orang lain. Dan meminum keduanya.
Young Jo dan timnya masih memeriksa kasus Seo Yong Hak dan Lee Kyung Wan. Anak buahnya menemukan orang yang melakukan hacking pada komputer Blue House waktu itu dengan menyebar foto sepatu boot rusak.
Dia staf Blue House juga, di dalam tim jaringan komunikasi nasional. Dimana para ahli berada.
Young Jo kaget, tapi tetap minta Kim membuatkan surat penangkapan. Karena mungkin saja orang ini adalah City Hunter yang mereka cari.
Young Jo dan petugas kejaksaan datang ke Blue House, langsung ke kantor IT.
Yoon Sung heran melihat Young Jo. Tapi bukan untuk menangkapnya, melainkan menangkap Ki Joon.
Young Jo : Dimana Tuan Go Ki Joon?
Ki Joon kaget dan rekannya langsung menunjuknya, dia disana.
Young Jo minta maaf karena mengganggu mereka, dan ia tanya Ki Joon, apa tahu kenapa ia datang ke sini?
Young Jo : Anda sudah melanggar Bab 71 dari UU Informasi dan Komunikasi. Untuk melindungi informasi penting Korea Selatan, kami harus menahan anda untuk sementara.
Ki Joon panik. Tapi Petugas Jang langsung memborgolnya dan membawa Ki Joon. Ayo.
Young Jo bertemu Nana diluar. Nana ingin tahu apa yang terjadi. Young Jo menjelaskan kalau ia menemukan hacker dengan IP Address milik Ki Joon. Jadi kejaksaan harus menahan Ki Joon.
Young Jo melihat kalau luka Nana sudah hampir menghilang.
Nana : Ini karena kau, terima kasih.
Young Jo berkata sepertinya mereka akan sering bertemu, karena ia mengurus kasus Seo Yong Hak dan bukankah Nana adalah pengawal Seo?
Yoon Sung mengamati Ki Joon yang pergi bersama Jaksa Kim. Ia tahu ada yang aneh.
Saat makan siang, kedua kepala bagian membicarakan Go Ki Joon. Awalnya mereka heran dengan Ki Joon yang bahkan menangis saat latihan judo, tapi bagaimana staf Blue House melakukan kejahatan.
Sepertinya gosip ada mata2 CIA disini benar. Bla Bla..
Eun Ah kesal, ia berdiri apa ini tidak keterlaluan?
Kepala bagiannya kaget, apa ini? Pengawal Shin Eun Ah?
Eun Ah marah karena mereka hanya bisa membicarakan orang secara diam-diam. Meskipun Go Ki Joon tidak tampak seperti lulusan universitas dan terlihat sedikit bodoh, dan membuat orang membencinya. Tapi Ki Joon bukan orang jahat.
Mengenai ini, saya sebagai instruktur berani menjamin itu. Mengatakan kata 2 tidak bertanggung jawab tanpa tahu cerita sebenarnya, saya pikir itu tidak pantas.
Yoon Sung tampak tertarik, ia geli. Eun Ah berkata akan pergi duluan, sambil mengajak Nana.
Nana belum selesai makan.
Yoon Sung dan Jin Pyo mendengarkan penjelasan Paman Shik Joon tentang kaki anak Seo Yong Hak. Anak Seo Yong Hak kakinya dioperasi saat ia bergabung dengan tim basket.
Jin Pyo : Apa salahnya itu?
Shik Joon : Dengarkan aku baik2, ok? Kapten? Ini sangat menarik.
Shik Joon : Anak ini selalu pergi ke pusat Peninggi Badan (Tempat untuk menambah tinggi badan anak kecil, biasanya ditarik badannya agar bertambah tinggi) sampai ia kelas 3 SMA dan ikut berperan dalam banyak film
Jin Pyo komen, ini semua sampai SMA? Sepertinya pusat penambah tinggi badan itu benar2 membantunya. Dia bahkan bisa masuk tim basket. Yoon Sung tidak percaya kalau orang itu setinggi itu, bagaimana bisa masuk tim basket dengan tinggi segitu.
Shik Joon berkata tidak masalah dengan posisinya di masyarakat (anak anggota Konggres).
Shik Joon menjelaskan, setelah kuliah setahun, dia tidak perlu ikut Wamil karena luka di kakinya.
Jin Pyo kesal, kita ini bukan dokter. Bagaimana kita bisa tahu hanya dengan melihat itu?
Tunggu, kata Yoon Sung. Kakinya tidak sama, meskipun fotonya kelihatan sama. Tidak mungkin kaki bisa berubah seperti itu.
Ternyata anak Seo Yong Hak itu benar2 licik, saat pergi check up, ia memperlihatkan kaki yang terluka, tapi operasinya dilakukan di kakinya yang normal.
Jin Pyo marah sekali, ini semua jelas. Dia jelas2 ingin menghindari Wamil. Well, Jin Pyo ini patriot jadi pasti kesal
Jadi, Mantan Menteri Pertahanan menggunakan cara tidak benar untuk mencegah putranya ikut Wamil!
Jin Pyo ke Yoon Sung, kau lihat? Waktu itu kita seharusnya membunuhnya! (Jin Pyo menganggap orang yang seperti ini bukan orang yang pantas memimpin negara.)
Yoon Sung : Sekarang semua sudah jelas, aku pastikan ini akan terungkap. Ayah, berikan tanggung jawab ini padaku, ok?
Jin Pyo hanya mendengus kesal.
Seo Yong Hak, istrinya, dan tim mengadakan kampanye dengan turun ke jalan mendekati masyarakat.
Nana dan Eun Ah waspada penuh. Sementara Seo Yong Hak dan istri tebar pesona.
Ada seorang pria yang mendekat dan ingin bicara dengan Seo Yong Hak. Nana menghalanginya. Tapi pria itu terus mendesak.
Nana tidak punya pilihan selain menahan dan membanting pria itu.
Pria itu kesakitan, aigoo, punggungku! pengawal itu melukaiku.
Nana kaget. Seo Yong Hak marah pada Nana, apa yang kau lakukan?
Seo cari muka di depan masyarakat, kau bertanggung jawab untuk keamananku. Aku tidak memberimu ijin untuk memperagakan jurus judomu.
Seo Yong Hak minta maaf pada pria itu untuk Nana. Nana juga berkali-kali minta maaf, maaf, dia terlalu mencurigakan.
Seo minta Nana membawa pria itu ke RS.
Dimobil, Nana kena marah lagi. Kali ini dari Ny. Seo. Ia marah, apa Nana tidak bisa membedakan dari pandangan saja, belajar menggunakan intuisimu, mengerti?
Ny. Seo mengeluh apa yang akan ditulis oleh para reporter. Bagaimana pengawal bisa melakukan itu pada simpatisan. Setiap pendapat, setiap suara sangat berharga. Insiden sniper dulu, bukankah itu disebabkan kelalaian penjaga keamanan?
Nana hanya bisa minta maaf. Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan keselamatan Anda dan juga Calon Presiden.
Ny. Seo : Itu memang tugasmu. Itulah mengapa kami minta kau datang.
Pemilihan sudah dekat, tolong dicatat, kita tidak boleh membiarkan siapapun menggunakan insiden ini untuk melawan kita.
Nana : Saya mengerti.
Nana dapat sms, dari Yoon Sung : Cepat datang dan bersihkan pup anjing.
Hehehe…bayangkan perasaan Nana. Nana langsung menutup ponselnya.
Nana menemui Yoon Sung di rumahnya. Nana marah, Ada apa denganmu?
Yoon Sung minta Nana membersihkan kotoran Blackie. Nana kesal, bukankah waktu itu aku minta kau menjaga anjingku?
Yoon Sung : Bukankah kau berkata hanya cukup memberikan makan? Kau tidak minta aku melakukan apapun tentang kotoran anjingmu.
Nana : Tapi itu maksudku saat kuminta kau mengurusnya! Bagaimana mungkin kau hanya memberi makan anjing?
Yoon Sung : Kalau begitu berikan aku anjing yang tidak pup! hahaha…ya..anjing mainan.
Nana menyerah, sudahlah, lupakan.
Yoon Sung masih ngoceh, bukankah kau berkata anjing itu pintar? Kalau pintar kenapa masih pup di lantai?
Nana : Apa kau membuka pintu kamar mandi? Blackie sangat pintar, dia hanya akan pup di kamar mandi.
Yoon Sung berkeras, Nana belum mengatakan ini padanya, dan meskipun Nana akan membunuhnya, dia Lee Yoon Sung tidak akan memungut pup anjing.
Yoon Sung : Kau saja datang tiap hari untuk membersihkan-nya. Atau kau bawa saja Blackie pergi.
Nana merasa Yoon Sung keterlaluan. Yoon Sung usul, kalau begitu tinggal bersama saja.
Nana : Kau bercanda?
Yoon Sung : Siapa yang bercanda?
Yoon Sung mengeluhkan macam2, dari kipas angin rusak, toilet rusak, TV blank, dll. Nana harus tanggung jawab.
Yoon Sung berkata ia membeli rumah ini hanya karena akan ada pembangunan, tapi ternyata kerugiannya sangat besar.
Yoon Sung minta Nana tinggal disini saja, tidak perlu bayar sewa. Hanya masak dan bersih2 tiap hari. Juga, toilet, shower, TV dll harus diperbaiki.
Nana bisa membayar uang Yoon Sung jika Nana sudah punya uang. Itu namanya tanggung jawab.
Nana ragu. Yoon Sung tanya apa Nana tidak mau.
Bukan, kata Nana. Tapi tinggal seatap dengan pria…
Yoon Sung berkata apa Nana takut karena dia pria dan Nana wanita? Tapi Nana bagus dalam judo, tingkat 4, ya kan? Meskipun aku punya pikiran aneh tentangmu. Aku tahu bagaimana responmu. Kau pikir aku masih berani menyentuhmu?
Yoon sung : Aku tidak bodoh. Kenapa aku minta dipukuli? Lalu yang paling penting, bukankah kau cup B? Aku tidak menganggap semua yang dibawah cup C adalah wanita. (Cup B/ Cup C = ukuran bra)
Lagipula, bukankah kau juga membenciku, Kim Nana?
Nana kesal dan tanpa sadar melihat dadanya hehe..dia memang tidak terlalu membusung. Tapi ia bersabar dan jalan masuk ke kamar, tunggu…berikan aku waktu untuk berpikir.
Nana masuk kamar lalu jalan mondar mandir, sambil berpikir.
Aku tidak menyukainya, dan dia juga tidak menyukaiku. Hal seperti itu tidak akan terjadi. Aku tidak punya tujuan..dan aku tidak harus membayar sewa, yang harus kulakukan adalah membereskan rumah.
Nana bicara dengan foto ayah ibunya, Ayah dan Ibu, tunggu sampai aku mendapatkan rumah ini kembali. Sampai aku mendapatkannya kembali, kumohon palingkanlah wajahmu.
Yoon Sung menempelkan telinga di pintu, ia ingin tahu apa keputusan Nana.
Nana akhirnya keluar dan setuju, ok. ayo kita tinggal bersama. Tapi aku punya syarat.
Yoon Sung : Syarat?
Nana ingin menulis kontrak yang melarang kontak fisik. Yoon Sung meyakinkan Nana, kau bukan tipeku. Kau sama sekali, sama sekali, sama sekali bukan tipe yang kusuka.
Nana : Aku bicara jika siapa tahu. Jika kau menarik tanganku, denda 50 ribu Won (hahahaha…)
Yoon Sung : Apa kau gila uang? Jangan khawatir, jika aku menarik tanganmu, aku akan memberimu 50 ribu Won.
Lalu bagaimana jika memegang bahumu?
Nana : 100 ribu Won.
Yoon Sung : Kalau merangkulmu?
Nana : 200 ribu Won.
Yoon Sung : Bagaimana dengan pelukan?
Nana : 300 ribu Won.
Yoon Sung : Kecupan?
Nana kesal : 500 ribu Won!
Yoon Sung mendorong Nana ke tembok, lalu bagaimana dengan ciuman?
Nana : 1 juta Won!
Yoon Sung tidak percaya, 1….juta Won? pergilah! Kencan denganmu benar2 menguras uang.
Nana : Apa?
Yoon Sung : 1 juta Won hanya untuk ciuman? pria mana yang ingin kencan denganmu?
Keduanya mengemasi barang2 mereka kembali. Nana mengambil barang dari RS dan Yoon Sung membawa baju dari rumahnya.
Yoon Sung mulai packing dibantu Shik Joon. Shik Joon takut kalau Ayah Yoon Sung akan tahu, ia pasti akan dibunuhnya.
Yoon Sung : Kurasa Nana masih dalam bahaya. Aku harus tinggal dengannya.
Shik Joon kaget, Nana?
Yoon Sung berkata ada orang yang mengikuti Nana ke rumahnya, dia bukan orang biasa. Aku bertemu dengannya saat melacak Lee Kyung Wan.
Shik Joon cemas, bagaimana kalau ada yang mengungkapkan identitas Yoon Sung?
Yoon Sung janji akan hati2 dan minta Shik joon mengikuti ayahnya.
Shik Joon juga mengancam Yoon Sung, kau! jika kau berani menyentuh rambut di kepala Nana…
Yoon Sung kesal, aku sudah bilang aku punya standar tinggi! Tapi sebenarnya apa hubungan Paman dengan Nana?
Shik Joon tidak mau mengatakannya, tidak ada hubungan apapun. Shik Joon ingin membawakan makanan untuk Yoon Sung.
Yoon Sung mengeluh, kau memperlakukanku seperti aku menikahi seseorang..
Di rumah Nana. Yoon Sung menetapkan peraturan, dia yang akan memakai kamar mandi lebih dulu. Nana yang akan membersihkannya kemudian.
Setiap hari, Yoon Sung harus memakai kamar mandi yang bersih, kotoran anjing juga harus dibersihkan oleh Nana.
Yoon Sung tidak bawa piyama, ia pinjam baju judo milik Nana lagi, dan ingin memakai ikat pinggang Nana.
Nana melarangnya, kau tidak bisa memakai itu!
Yoon Sung heran, kenapa? Tapi Nana tidak berkata apapun dan memberikan ikat yang lain. Itu ikat pinggang saat ayahnya kecelakaan.
Nana masuk kamar mandi dan kesal, karena Yoon sung tidak menutup dudukan toilet lagi, jadi rasanya dingin sekali.
Yoon Sung makan kue beras, dan sedikit syok saat Nana keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
Tapi Yoon Sung menutupinya dan marah2, kenapa kau cuci rambut di malam hari bukannya pagi hari? Kepalamu akan penuh kotoran.
Nana berkata kalau pagi itu sibuk sekali, tidak cukup waktu untuk mengeringkan rambutnya.
Malamnya, keduanya tidur sekamar. Tapi Yoon Sung menguasai tempat tidur Nana.
Sedangkan Nana tidur di lantai. Keduanya resah
Nana mimpi buruk, ia mimpi saat kejadian kecelakaan yang menimpa ayahnya.
Nana menangis, ibu! ibu jangan tinggalkan aku sendiri. Maafkan aku ibu.
Nana bangun dengan nafas terengah-engah.
Paginya, Nana jalan keluar apartemen dengan mengendap-endap. Yoon Sung cuek dan jalan di dekat Nana.
Nana marah, kau gila ya? Bagaimana kau bisa keluar begitu saja? bagaimana jika ada yang lihat?
Yoon Sung merasa tidak ada orang yang peduli.
Nana mengatur strategi: Aku sudah lama tinggal disini, banyak yang kenal aku. Aku akan pergi ke arah supermarket. Kau menghitung sampai 20, lalu jalan ke arah yang berlawanan. Mengerti?
Jaksa Kim ingin bertemu Capres Seo Yong Hak. Tapi sulit sekali.
Jaksa Kim berkata Hudson dari Mars corp akan datang melalui bagian imigrasi besok pagi, ia minta anak buahnya bersiap.
Yoon Sung menemui Ki Jun di penjara. Ki Joon minta maaf. Apa semuanya jadi kacau?
Yoon Sung : Apa kau akan melakukannya jika tahu semuanya mencemaskanmu? Kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya pada Jaksa? ini bukan perbuatanmu, Ki Joon.
Ki Joon : Aku yang melakukannya.
Yoon Sung : Kita semua adalah ahli disini. Kau bisa berhenti berbohong padaku.
Orang itu hanya perlu tahu sedikit tentang teknik hacking untuk melakukan ini.
Tapi sekarang, tidak ada yang menggunakan cara ini lagi. Waktu itu, saat kau mabuk, kau mengatakan semuanya. Go Ki Joon, setelah adikmu ikut Wamil, kakinya harus diamputasi karena tetanus dari sepatu boot itu.
Yoon Sung minta Ki Joon mengatakan yang sebenarnya pada Jaksa.
Ki Joon berkata ia hanya perlu mencari pekerjaan lain dan ia akan baik2 saja. Tapi bagaimana dengan adikku?
Anak itu benar2 suka Taekwondo, tapi sekarang hidupnya hancur. Impian-nya adalah membuka sebuah dojo, mengajari anak2 Taekwondo.
Ki Joon : Karena sol sepatu itu rusak, dia ingin tukar dengan sepatu lain. Tapi mereka tidak mengijinkannya dan akhirnya dia kena tetanus.
Semua anggota komite dari Departemen Pertahanan tidak menghiraukan itu! Sebagai kakak, aku tidak bisa membantunya apapun.
Yoon Sung : Kalau begitu lakukan sesukamu. Aku tidak punya adik, jadi aku masih belum mengerti. Selalu ada pilihan dalam hidup. Tidak ada satupun yang dipaksakan.
Yoon Sung bertemu adik Ki Joon diluar tahanan. Yoon Sung berkata meskipun sangat menyedihkan kalau kakimu jadi seperti itu, tapi membiarkan kakakmu disalahkan demi kau…
Apa kau ingin menjatuhkannya bersama denganmu?
Ki Huk : Kakak, dia..dia tidak mendengarkanku.
Yoon Sung : Apa kau tidak punya mulut? Jika kau berkata sebenarnya, akan terbukti kalau Go Ki Joon berbohong.
Yoon Sung minta Ki Huk mengungkapkan kebenaran-nya, Kantor Jaksa mulai penyelidikan mengenai sepatu boot militer yang jelek kualitasnya itu. Kalau kau mengungkapkan kebenaran, aku pikir ini akan baik untuk kalian berdua.
Yoon Sung pergi ke Blue House dan mengikuti latihan menembak.
Kepala bagian Pertahanan mengkritik Yoon Sung, apa kau tidak tahu bagaimana berdiri dengan kaki terentang? dsb..dsb..
Yoon Sung sengaja tidak menunjukkan kehebatan-nya untuk menjaga identitasnya.
Kepala bagian terus saja merendahkan Yoon Sung, bagaimana kau bisa dapat gelar Ph.D? pria besar tapi nyalinya kecil. Tegak!
Da Hye muncul dan mencari Lee Yoon Sung. Ia ingin belajar menembak, tidak peduli meskipun dilarang oleh Nana
Nana tahu Da Hye bukan ingin belajar menembak, tapi hanya ingin menemui Lee Yoon Sung.
Da Hye memuji Yoon Sung, wow…tampan sekali. Ajari aku, ok? Aku juga mau belajar menembak.
Nana akhirnya memberikan kacamata tembak dan rompi, pakai ini. Jika tidak, kau bisa terluka.
Da Hye : Unni, terima kasih.
Da Hye memakai semua perlengkapan-nya dan kagum dengan dirinya sendiri, wow..aku keren kan memakai ini?
Yoon sung cemberut tapi akhirnya mengajari Da Hye. Posisinya membuat Yoon Sung harus dekat dengan Da Hye. Nana terlihat tidak suka
![]()
Yoon Sung : Pegang senjata dengan tangan kanan, tangan kiri melindungi tangan kanan.
Semua tidak percaya, Yoon Sung masih bisa memberikan nasihat dengan kemampuannya.
Da Hye menembak dan ingin tahu hasilnya. Ia kaget, wow…nilainya 10! Sepertinya aku punya bakat menembak.
Da Hye : Apa kita bisa menambahkan keahlian menembak dalam daftar keahlian untuk masuk Universitas Seoul?
Da Hye terus saja mendesak Yoon Sung untuk mengajarinya. Tapi Yoon Sung sebal, aku sibuk.
Kepala Bagian mengamati hasil tembakan Da Hye dan Yoon Sung, ia kelihatan curiga.
Bandara Incheon
Perwakilan dari Mars co tiba dan anak buah Seo menyambutnya. Anggota Dewan Seo sudah menunggu anda. Keduanya bersalaman dan pergi.
Mereka tidak sadar, ada Shik Joon yang merekam pertemuan ini.
Shik Joon telp Yoon Sung, Hodson sudah tiba. Sekretaris Seo Yong Hak sendiri yang menyambutnya.
Yoon Sung ijin pulang karena ada teman-nya dari US yang datang. Bossnya berkata kalau saja tidak ada insiden Go Ki Joon, kau bisa membawa temanmu itu mengunjungi Blue House.
Bossnya masih pesan, jika Amerika ingin menarik Yoon Sung pergi, katakan saja tidak! tidak!
Jaksa Kim menjemput Sae Hee untuk pergi ke upacara Dol (ulang tahun setahun) anak teman mereka. Kali ini Jaksa Kim tidak terlambat.
Yeong Joo : Kau tersentuh dengan ini?
Sae Hee membenarkan, saat mereka kencan dulu, Yeong Joo tidak seperti ini, selalu terlambat, bahkan kadang sama sekali tidak datang.
Anggota Dewan Seo juga bertemu Hodson di Hotel Emerald itu. Keduanya bersalaman.
Kebetulan Yeong Joo dan Sae Hee juga pergi ke Hotel yang sama. Yeong Jo melihat mereka dan minta maaf pada Sae Hee untuk pergi duluan. Ia harus melakukan sesuatu.
Sae Hee kaget, kau mau kemana? Lalu menghela nafas, ini memang persis Kim Yeong Joo. Pekerjaan selalu yang terutama bagimu.
Sae Hee : Kenapa aku merasa terluka lagi?
Yeong Joo menemui Seo Yong Hak dan Hodson. Seo pura2 ramah, ah bukankah ini Jaksa Kim Yeong Joo?
Yeong Joo : Kau menolak semua panggilan pengadilan, tapi mengapa kau ada di hotel ini?
Seo yong Hak beralasan kalau dia hanya lewat dan memeriksa konferensi persnya dan juga menyiapkan pidatonya. Kebetulan bertemu dengan orang yang ia kenal.
Seo yong Hak merasa tidak melakukan pelanggaran dan harus lapor ke Yeong Joo.
Yeong Joo menyapa Hodson dengan bhs Inggris, Mr. Hodson, I am Prosecutor Yeong Joo Kim from the Seoul Police Department.
Mars company better not make any illegal move or tax violation in its arms trade with Korea.
Yeong Jo : Aku memperingatkanmu. Jangan meremehkan Korea.
Seo Yong Hak dan Hodson jelas tidak suka dengan hal ini. Seo berkata ia tidak akan mempermasalahkan kejadian ini karena Yeong Joo adalah anak temannya.
Yeong Joo : Meskipun kau teman Ayahku, hukum tetap hukum.
Yoon Sung tiba di hotel itu juga. Shik Joon menyamar jadi petugas room service.
Yoon Sung masuk ke kamar suite dengan peralatan lengkap dalam koper besi. Ada alat perekam dan juga laptop.
Yoon Sung minta Shik joon menunggu. Tidak lama Shik Joon mengantar kopinya. Mereka berkata tidak memanggil room service.
Shik Joon pura2 heran, tapi ada pria asing telp minta espresso dan buah. Mereka mengalah dan membiarkan Shik Joon masuk dan menghidangkan kopi.
Shik Joon meletakkan teko kopi dengan perlahan sehingga kamera kecil di pegangan teko bisa merekam gambar dengan jelas. (Keren ..ada kamera dimana-mana).
Tuan Hodson memberikan tip 50 ribu Won untuk Shik Joon. Shik Joon sengaja mencium lembaran uangnya agar Yoon Sung melihatnya saat kembali ke kamar sebelah.
Yoon Sung geli, dasar.
Keduanya duduk mendengarkan percakapan Seo Yong Hak dan Hodson.
Seo : Aku sudah memutuskan untuk tidak membantumu menjual 30 jet tempur Taiwan.
Hodson: Kenapa kau menolak?
Seo kesal, kau mau kami menjual jet tempur yang tidak seorang pun tertarik setelah menemukan kelemahan-nya? Pesawat yang jatuh dan menyebabkan pilot tempur meninggal.
Seo memberikan bukti, di Rusia, Georgia, dan India.
Seo : Kau pasti tahu jika membeli pesawat itu akan menimbulkan masalah. Meskipun aku menjadi Presiden, jika masalah seperti ini muncul, aku juga pasti dipecat.
Hodson : Jadi berarti kau memutuskan tidak akan membantuku?
Seo : Jika itu kau, apa kau akan membelinya?
Pihak Mars menekan Seo, kalau begitu aku akan lapor kalau pertemuan ini gagal. Seo minta Hodson tidak terburu-buru, duduk dulu.
Seo : Apa akan berhasil jika aku membelinya? Tapi dengan satu syarat.
Hodson: Syarat?
Seo minta komisi 20%. Hodson kaget, 20%? Aku tidak pernah membayar komisi sebesar itu.
Seo : Tapi tidak ada yang beli akan membuat pesawat itu jadi rongsokan. Kau pikirkan saja, setelah aku jadi Presiden, aku akan memperbesar budget pertahanan dan membeli peralatan perang lebih banyak lagi.
Ini salah satu kampanyeku. Jika aku jadi Presiden, Mars tidak akan rugi. Kau mengerti?
Keduanya sepakat dan mulai membuat draft perjanjian, siapa tahu Seo setelah jadi Presiden ingkar janji.
Seo juga minta setelah ia jadi Presiden, ia hanya akan membeli persenjataan yang berkualitas tinggi. Senjata paling top.
Hodson : Kenapa?
Seo : Karena dibanding semuanya, aku lebih mencintai negara ini, mengerti?
Keduanya jabat tangan.
Yoon Sung tidak percaya ini, untuk keuntungannya sendiri, Seo ingin membeli pesawat cacat? Kau jelas tidak bisa jadi Presiden.
Ini benar2 masalah jika orang macam ini mau jadi Presiden.
Yoon Sung minta Shik Joon menghubungi ayahnya, katakan pada Ayah rencana kita dan tentukan tanggal untuk aksi. Ayo kita habisi orang-orang ini.
Kita harus menghancurkan mereka!
Shik Joon tidak terlalu semangat dan berkata urusan yang harus ia lakukan sudah ia kerjakan, Shik Joon ingin pulang.
Ia ingin melihat tayangan cumi2 goreng di TV dan ingin beli penggorengan-nya
gawat kalau sudah kecanduan Shopping TV haha..
Nana juga ada di hotel itu. Ia memeriksa ruangan untuk konferensi pers besok pagi.
Nana memeriksa langit2 dan dinding. Semua peralatan juga. Karena besok adalah hari besar.
Yeong Joo menghadiri perayaan Dol anak temannya. Congratulation!
Yeong Joo mengucapkan selamat, kau orang tua dari tiga anak, benar2 pahlawan!
Teman Yeong Joo berkata seharusnya Yeong Joo juga segera menyusulnya. Ini sudah lima tahun, kenapa masih belum ada kabar?
Yeong Joo tanya apa Sae Hee bicara sesuatu waktu datang tadi. Teman Yeong Joo kaget, Sae Hee? dia datang? Aku belum bertemu dengannya.
Giliran Yeong Joo yang kaget.
Sae Hee duduk di bar hotel. Minum sendiri sambil merenung. Yoon Sung melihatnya, ia menyapa Dr. Jin Sae Hee?
Sae Hee : Oh Lee Yoon Sung.
Sae Hee tidak menjawab telp Yeong Joo. Ia mematikan telpnya.
Yeong Joo bertemu Nana saat mencari Sae Hee. Nana berkata ia harus memeriksa ruangan konferensi pers untuk Capres.
Seo turun dan bertemu mereka, Jaksa Kim apa kau sekarang juga memeriksa pengawalku?
Yoon Sung heran melihat Sae Hee minum sendirian. Sae Hee menjelaskan, ia datang untuk pesta ulang tahun.
Sae Hee berkata ia senang bertemu Yoon Sung, tapi harus segera datang ke pesta. Sae Hee bicara sendiri, aku belum juga melahirkan sekalipun, tapi temanku sudah punya tiga anak.
Dia menikah karena aku. Tapi sekarang dia hidup lebih baik dariku. Ironis sekali.
Sae Hee berdiri dan kurang seimbang, tanpa sengaja menjatuhkan gelas. Membuat baju Yoon Sung basah.
Sae hee minta maaf. Yoon Sung tidak terlalu peduli. Tapi Sae Hee berkeras untuk mencuci kemeja Yoon Sung.
Tidak apa-apa, kata Yoon Sung. Kau sepertinya mabuk.
Sae Hee : Waktu itu kau membantuku juga. Aku tidak bisa pura2 tidak apa-apa.
Yoon Sung mengalah dan membiarkan Sae Hee melakukan yang ia inginkan. Keduanya jalan ke suite Yoon Sung.
Yeong Joo tentu saja melihat keduanya saat akan masuk lift.
Seo ke Nana, tolong pergi ke kamar no 26 lantai 19 dan katakan pada mereka kalau kau adalah pengawalku.
Seo minta Nana mengambil dokumen yang ia tinggalkan. Tidak perlu melihat dokumen apa, ambil dan berikan langsung padaku.
Nana : Saya mengerti.
Nana pergi ke lantai 19. Sampai di lantai 19, ia lupa. Kamar no 1926 atau 5..6? Ah bodoh. Baru beberapa menit, kau sudah lupa.
Nana gambling saja dan mengetuk salah satu kamar suite, tarra…Lee Yoon Sung membuka pintu. Lengkap dengan jubah mandinya.
Yoon Sung : Ya?
Nana kaget. Lebih syok lagi saat Jin Sae Hee muncul dibelakang Yoon Sung.
Belum sempat tanya apapun, Yeong Joo juga muncul.
Setelah pertemuan mengejutkan di kamar suite Hotel itu, Nana bergegas pergi karena dipanggil rekan Seo. Yoon Sung memanggilnya, tapi Nana tidak berhenti.
Soo Hee berkata kalau Nana menjadi pengawal Seo Yong Hak, dia mungkin disini karena tugas itu.
Jaksa Kim terlihat marah, tapi diam saja. Ia tanya ke Soo Hee apa yang dilakukan Soo Hee disini.
Soo Hee menunjukkan kemeja Yoon Sung yang basah. Kau bisa lihat sendiri.
Lalu berkata ke Yoon Sung kalau ia minta maaf dan terima kasih atas bantuan Yoon Sung hari ini.
Soo Hee pergi dengan Yeong Joo.
Yoon Sung masih menunggu kemejanya kering, ia telp Nana. Nana tidak mengangkatnya.
Jaksa Kim jalan bersama Soo Hee, ia marah. Kau pergi minum? bersama Lee Yoon Sung?
Soo Hee membenarkan.
Yeong Joo : Apa kau tidak tahu aku menunggumu?
Soo Hee : Kau yang memperlakukanku seperti tokoh wanita yang tidak terkalahkan dalam game.
Yeong Joo : Soo Hee..
Ponsel Yeong Joo bunyi. Soo hee menghela nafas, jawab saja.
Yeong Joo mengangkat telp, dari kantornya. Mereka berkata telah menemukan orang yang mirip tersangka di lift yang baru saja masuk ke negeri ini.
Yeong Joo sangat tertarik, baiklah aku akan segera…
Yeong Joo ragu dan melihat ke arah Soo hee dengan pandangan bersalah. Sae Hee berkata Yeong Joo pergi saja, jangan melihatnya seperti itu.
Yeong Joo segera kembali ke kantornya. Apa kau sudah menemukan-nya?
Petugas Jang menunjukkan profile di layarnya, Orang ini profilnya mirip dengan orang dalam catatan kita.
Itu profil Jin Pyo. Jang menjelaskan, namanya Steve Lee, warga Amerika keturunan Korea. Dia membidik orang Asia dengan bisnis tanduk-nya di Amerika dan jadi kaya. Dia tidak punya keluarga.
Yeong Joo ingin tahu alamat Jin Pyo sekarang.
Yoon Sung masih memikirkan Nana, lalu Jin Pyo telp, ia ingin bertemu Yoon Sung.
Jin Pyo langsung tanya masalah Yoon Sung, apa karena wanita? Yoon Sung menyangkal. Jin pyo mengingatkan, jangan jatuh cinta dengan siapapun.
Jin Pyo : Saat kau jatuh cinta, rencana kita akan kacau.
Yoon Sung : Karena ada serangan mendadak dari sumber luar maka Blue House lebih waspada.
Jin Pyo berkata ia mengirim Yoon Sung ke Blue House karena Yoon Sung akan mendapatkan informasi mata2 terbaik disana. Jin Pyo tanya tentang Seo Yong Hak, ia dengar Hodson datang.
Jin Pyo ingin Yoon Sung menyebarkan informasi yang diperolehnya ke publik. (Tentang konspirasi Seo dan Hodson)
Jin Pyo : Buatlah sampai dia tidak bisa berkampanye. Biar orang seluruh negeri tahu kalau dia itu sampah.
Yoon Sung : Sekarang belum tepat waktunya.
Jin Pyo kesal, kenapa Yoon sung masih juga menundanya. Apa ini?
Yoon Sung : Hanya membuatnya tidak bisa ikut pemilu tidak akan membuat kebencianku berkurang. Aku akan membuatnya tahu kalau setiap orang itu sama di depan hukum.
Jin Pyo : Sama?
Lalu mereka mendengar bunyi bel dan melihat kedatangan Jaksa Kim dan petugas Jang. Yoon Sung, Jin Pyo dan Shik Joon heran, apa yang dilakukan Jaksa Kim disini?
Yoon Sung dan Shik Joon sembunyi dulu. Jin Pyo membukakan pintu untuk Jaksa Kim dan stafnya.
Jin Pyo menyambut Jaksa Kim dengan ramah. Jaksa Kim mengenalkan diri, saya dari Kepolisian Istimewa Seoul, Jaksa Penuntut Kim Yeong Joo.
Jin Pyo tersenyum dan bersalaman, saya Steve. Silahkan duduk.
Jaksa Kim berterima kasih dan heran melihat mainan pororo. Itu milik Yoon Sung, hadiah dari Do Jin (anak kecil tetangga Nana). Ini mainan anak2, setahu saya anda tidak memiliki anak.
Jin Pyo hanya berkata, mungkin stafnya menjatuhkannya. Lalu ingin tahu apa alasan Jaksa Kim menemuinya.
Jin Pyo jalan dan akan mengambilkan mereka minum. Saat Jin Pyo menjauh, Jang Pil Jae dengan cepat mengambil sidik jari Jin Pyo dari gelas juice-nya dengan selotip.
Jin Pyo kembali dengan minuman, silahkan.
Yeong Joo tanya tentang bisnis Jin Pyo, pasti sulit sekali. Jin Pyo berkata sama sekali tidak sulit, para petani yang melakukan untuknya, dia hanya menjual hasilnya di Korea Selatan dan negara Asia lainnya.
Yeong Joo memuji rumah Jin Pyo, bagus sekali. Bahkan ada pianonya. Sepertinya Anda punya banyak hobi.
Jin Pyo berkata kadang menyanyi sambil memainkan piano (what? asyik juga), dan karena kondisi kakinya, Jin Pyo jarang jalan. Tapi kadang mengeluarkan motornya untuk mencari udara segar.
Yeong Joo kagum, lalu tanya apa Jin Pyo latihan menembak.
Jin Pyo kaget, menembak? Aku tidak pernah menembak sebelumnya. Aku tidak menyukai hal-hal mengerikan itu (gubrag!)
Yeong Joo berkata mereka sedang menyelidiki kasus penembakan Seo Yong Hak dan senjata yangg digunakan termasuk langka, makanya ia berpikir kalau kemungkinan pelakunya adalah orang asing.
Jin Pyo mengangguk-angguk, ah begitu ya.
Jaksa Kim dan Petugas Jang pulang. Jang berkata akan membandingkan sidik jari di gelas dengan sidik jari di lift.
Jaksa Kim minta Jang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Tapi Jin Pyo juga bukan orang sembarangan, dia mantan mata-mata terbaik Korea. Jin Pyo sudah punya persiapan dalam menghadapi Jaksa Kim.
Jin Pyo melepas lapisan sidik jari palsu di jari telunjuk dan jempolnya. Jin Pyo tampak kagum, bisa menemukan aku disini, sepertinya dia bukan Jaksa sembarangan.
Jin Pyo berkata ke Yoon Sung untuk lebih hati-hati dalam operasi berikutnya.
Nana kesal, ia makan tteokbokki di kantin Kyung Hee sambil ngomel. Benar2 brengsek. Kenapa harus dengan Soo Hee? Bagaimana dia tahu kalau Soo Hee suka pria tinggi?
Kyung Hee mendekat dan memberikan tas isi makanan. Nana, bawa ini ya. Sepertinya pekerjaanmu semakin berat, wajahmu semakin kurus.
Nana kaget, tidak perlu. Kau seharusnya tidak memberikan makanan yang susah payah kau buat.
Kyung Hee tersenyum, aku tidak bisa memakan-nya sendiri. Tapi ini lebih baik daripada kerja paruh, ya kan?
Nana membenarkan, karena matanya sekarang tidak pernah bengkak lagi kalau bangun pagi. Mungkin karena sekarang ia tidak pernah menangis di malam hari lagi.
Kyung Hee senang dan berharap Nana bahagia. Bawa ini.
Nana : Terima kasih. Masakan bibi selalu enak. (Jadi selama ini Yoon Sung tergila-gila kimchi buatan ibunya sendiri? oh how sweet is that..)
Nana membongkar makanan dari Ibu Yoon Sung saat Yoon Sung pulang. Ia ingin menjelaskan kejadian di hotel tadi pada Nana.
Nana berkata ia tidak peduli dan Yoon Sung tidak perlu menjelaskan segalanya padanya.
Yoon Sung : Kalau kau tidak peduli, kenapa tidak menjawab telpku?
Nana diam saja karena kesal dan Yoon Sung menarik tangan Nana.
Nana : Apa kau baru saja menarik tanganku? lepaskan!
Yoon Sung : Kau cemburu, ya kan? Kau seperti ini dan juga tidak menjawab telpku, itu namanya cemburu.
Nana tidak terima, mengapa aku harus cemburu? aku cuma kaget.
Nana berkata, tadi Yoon Sung memegang tangannya, jadi harus bayar 50 ribu Won dan 100 ribu Won karena memegang bahunya. Total 150 ribu Won.
Yoon Sung kesal, apa kau selalu memikirkan uang saja? Ya, aku akan bayar. Berapa? tangan, bahu, berapa? 250 ribu Won?
Keduanya terus saja seperti itu sampai Nana masuk ke kamarnya.
Yoon Sung menjelaskan dari luar kamar, kalau hari ini di Hotel Soo Hee menumpahkan anggur di bajunya dan berkeras membawa baju itu ke dry cleaning.
Nana tertegun, menumpahkan anggur? Ia jadi merasa bersalah.
Keduanya sudah lebih tenang. Yoon Sung ada di kamar sambil membaca file di iPad-nya. Seo Dong Sin, Seo Dong Seok, Seo Dong Hun, apa mereka benar2 sakit?
Tiba-tiba Nana muncul, ia langsung berkata, kau pasti sedang menonton film porno.
Yoon Sung jelas kaget. Hei! kau seharusnya mengetuk pintu dulu dan memberiku waktu untuk bersiap!
Nana : Akan aneh kalau playboy tidak menonton film porno. Sudah waktunya makan, berhenti menonton-nya.
Yoon Sung kesal, aku tidak mau makan, kau makan saja sendiri.
Tapi Yoon Sung tetap keluar dan ngomel, kau akan mati kalau kau tidak mengetuk lain kali!
Nana : Katanya kau tidak makan?
Yoon Sung mengambil nasi dan duduk. Nana membuka tutup sup, ah panas sekali.
Nana berkata ini makanan dari bibi di kantin. Yoon Sung tertegun. Nana menjelaskan kalau Kyung Hee selalu menjaganya selama ini, seperti ibunya.
Nana : Cepat makan, kita harus mengembalikan kotaknya.
Yoon Sung ikut mengembalikan kotak makanan dengan Nana. Keduanya menemui Kyung Hee.
Kyung Hee tampak menahan sakit.
Nana menyapa Kyung Hee. Bibi apa kau sudah selesai kerja?
Kyung Hee tersenyum dan berkata ia ingin istirahat sebentar, karena tidak enak badan.
Kyung Hee mengenali Yoon Sung, Kau Profesor yang waktu itu kan?
Yoon Sung mengangguk memberi salam. Nana menyerahkan kotak makanan dan berkata ia mengisinya dengan kacang (sebagai balasan)
Kyung Hee : Kau tidak perlu mengembalikannya secepat ini. Terima kasih.
Nana dan Yoon Sung akan pulang. Tiba-tiba Kyung Hee membungkuk dan ia tampak sakit parah.
Yoon sung yang jalan belakangan langsung mendekati ibunya, Apa kau baik-baik saja?
Nana juga lari mendekati Kyung Hee. Ia ingin membawa Kyung Hee ke RS, tapi Kyung Hee menolak, tidak perlu tidak apa-apa.
Kyung Hee akan pulang dan minum obat saja. Kalian pergilah.
Nana langsung minta Yoon Sung menggendong Kyung Hee. Cepatlah.
Yoon Sung ragu, tapi ia menggendong ibunya pulang.
Yoon Sung, Nana dan Kyung Hee sampai ke rumah Kyung Hee. Yoon Sung menurunkan Kyung Hee di bangku depan dan ini pertama kalinya Yoon Sung berada di rumahnya. Ia tampak blank.
Kyung Hee minta maaf pada Yoon Sung, ia pasti membuat Yoon Sung lelah. Ibumu pasti sangat bahagia mempunya anak yang bisa diandalkan seperti dirimu.
Yoon Sung : Aku tidak punya ibu. Aku tidak punya kesempatan melihat wajahnya.
Kyung Hee tampak sedih, benarkah? Jika dia masih hidup, dia pasti sangat senang. Tampan, bisa diandalkan, dan bahkan seorang Ph.D.
Setelah mengantar Kyung Hee, Nana dan Yoon Sung jalan pulang. Nana memberikan kratingdaeng dari Kyung Hee untuk Yoon Sung
minum ini, aku meminumnya kalau kelelahan.
Yoon Sung : Aku kenyang.
Tapi tetap menerima kratingdaeng dari Nana.
Nana heran kenapa setelah bertemu Bibi, Yoon Sung jadi aneh. Ada apa?
Yoon Sung minta Nana pulang duluan, ia akan menyusul.
Yoon Sung duduk di atas jembatan sambil merenung.
Tiba-tiba Nana muncul dan duduk di samping Yoon Sung.
Yoon Sung mengeluh, aigoo! Bukankah aku minta kau pergi duluan?
Nana : Bahkan seorang playboy pun merindukan ibunya?
Yoon Sung : Pergi, cepat.
Nana berkata kapanpun ia melihat Bibi, ia jadi teringat ibunya.
Nana : Jadi, kalau aku merindukan ibuku. Aku mengunjungi kantin-nya dan meminta hal yang tidak masuk akal.
Bahkan meskipun itu tidak ada dalam daftar menu, dia akan membuatnya untukku.
Nana menyanyi dan akhirnya Yoon Sung tersenyum.
Paginya. Kyung Hee seperti biasa menyiapkan makanan di kantin. Tiba-tiba Jin Pyo muncul, lama tidak bertemu.
Kyung Hee syok dan menjatuhkan barang yang dipegangnya. Kyung Hee bagai melihat hantu.
Kyung Hee langsung menangis dan memukuli Jin Pyo, anakku, anakku! Dimana anakku!
Kyung Hee : Kenapa kau tidak membunuhku saja? Bagaimana kau bisa mengambil anakku? Bagaimana kau bisa melakukannya?
Jin Pyo berusaha menenangkan Kyung Hee. Lalu memeluk Kyung Hee. Kyung hee menangis di pelukan Jin Pyo.
Setelah tenang, Kyung Hee tanya apa Jin Pyo tahu selama 28 th ini bagaimana ia hidup?
Jin Pyo heran, kenapa kau seperti ini? Bagaimana dengan semua uang itu?
Kyung Hee : Jadi orang yang mengirim uang itu adalah kau. Aku tidak menyentuh uang itu satu senpun.
Aku akan mengembalikan semua uang itu, kembalikan saja anakku.
Jin Pyo berkata kalau putra Kyung Hee baik-baik saja dan sudah menyelesaikan pendidikannya di Amerika. Pekerjaan-nya juga bagus.
Kyung Hee tidak percaya, bawa dia padaku segera.
Jin Pyo : Dia bahkan tidak tahu kalau kau ada.
Kyung Hee tidak bisa melupakan setiap hari yang sudah berlalu. Dan dia tidak tahu keberadaanku? Ayo, biarkan aku menemuinya.
Jin Pyo : Kyung Hee.
Kyung Hee : Apa yang sebenarnya terjadi waktu itu? Kenapa Mu Yeol tidak kembali?
Jin Pyo hanya berkata akan mengatakan semuanya jika waktunya tiba. Jin Pyo berdiri dan meminta maaf.
Jin Pyo : Aku minta maaf. Aku selalu ingin mengatakan ini padamu.
Kyung Hee ingin tahu nama anaknya. Jin Pyo hanya berkata Johnny, namanya Johnny.
Go Ki Joon kembali ke Blue House. Semua staf melihatnya dengan kikuk. Kepala bagian mendekati Ki Joon.
Kepala bagian sudah mendengar dari Direktur Keamanan tentang adik Ki Joon.
Ki Joon : Dia masih dalam tahanan.
Kepala bagian berkata kalau kejahatan tetaplah kejahatan. Kau seharusnya senang karena hanya dipotong gaji enam bulan.
Kami bahkan menulis permohonan untuk adikmu.
Ki Joon mengucapkan terima kasih. Kepala Bagian minta semua kembali kerja.
Tiba-tiba Presiden Choi masuk ke ruang IT. Semua kaget dan berdiri. Presiden.
Kepala bagian : Kenapa anda kesini Pak Presiden?
Presiden : Aku kesini karena peristiwa hacking yang baru saja terjadi. Aku khawatir dengan moral Kementrian Informasi.
Tidak, kita seharusnya lebih fokus pada keamanan kita. Semuanya harus kerja dengan keras. Ini adalah jantung Agen Rahasia Korea, jangan meremehkan pekerjaan ini. Tolong, pikirkan ini sebagai pertahanan terakhir negeri kita.
Semua mengiyakan.
Presiden Choi memanggil Yoon Sung secara pribadi, kita bicara sebentar DR. Lee Yoon Sung.
Presiden dan Yoon Sung jalan-jalan. Presiden tanya, Ayah Yoon Sung di Amerika, benar kan?
Yoon Sung membenarkan. Presiden berkata ia iri pada ayah Yoon Sung.
Karena berhasil membesarkan anak sebaik Yoon Sung tapi tetap mengirimkan Yoon Sung ke Korea Selatan.
Presiden mengeluh, ia tidak tahu kalau membesarkan anak itu bisa sangat sulit. Kau sudah bertemu Da Hye, putriku kan?
Dia itu anak yang akan lari begitu mendengar kata “belajar.” Aku tidak tahu mengapa ia tiba2 berkata ingin belajar selama dua hari ini.
Presiden membujuk Yoon Sung untuk bersedia jadi guru les Da Hye. Jangan menganggapnya sebagai kata2 Presiden, tapi sebagai permintaan dari ayah seorang anak yang akan ujian.
Yoon Sung tidak bisa menolak. Presiden tersenyum dan menepuk lengan Yoon Sung, sampai ujian saja, tidak apa-apa kan DR Lee?
Da Hye mengeluh, kenapa tidak ada libur atau hari ulang tahun sekolah. Nana minta Da Hye bertahan saja.
Da Hye : Kakak, apa kau tahu pedihnya jadi murid yang mengulang?
Nana : Aku sudah membacanya dua kali saat aku direkrut (jadi pengawal). Itu bukan sesuatu untuk dibanggakan.
Da hye dapat telp dari Presiden, Ayah? lalu bersorak gembira, benarkah? Apa itu benar? Ayah, kau yang terbaik!
Da Hye langsung lompat2 dan memeluk Nana. Nana heran, kau mau kemana? Bagaimana sekolahnya?
Da Hye justru heran dengan parfum sabun Nana, ini harum shower gel Chanel no. 4, kau tahu merk ini? Aku pernah membelinya sekali dan dimarahi ibuku habis-habisan. Dia berkata aku terlalu berlebihan. Kakak, sepertinya kau kaya.
Da Hye bergegas menemui Yoon Sung. Tidak peduli larangan Nana. DR. Lee Yoon Sung, karena kau sudah setuju, kenapa tidak kita mulai hari ini?
Yoon Sung kesal. Da hye juga mencium harum parfum sabun yang sama. Ia heran. DR. Lee Yoon Sung juga pakai shower gel Chanel? Ada apa dengan mereka?
Da Hye : Sepertinya tinggal di rumah yang sama?
Nana kaget.
Yoon Sung menentukan waktu les, Selasa dan Kamis, jam 6:30 sampai 8:30.
Da Hye ingin les tambahan di hari Sabtu. Yoon Sung menolak, kerja lima hari, istirahat dua hari. Aku tidak pernah melanggar prinsip ini.
Da Hye ingin mengundang Yoon Sung makan, bahkan ia akan minta ibunya untuk masak. Yoon Sung menolaknya, aku sudah pernah bilang. Aku sibuk kalau malam.
Yoon Sung memperingatkan, jangan jatuh cinta padaku. Anak kecil seperti kau, jelas bukan tipeku.
Da Hye : Guru, kalau begitu apa tipemu?
Yoon Sung : Aku suka gadis berambut panjang, dengan senyum manis, pintar masak sup kimchi, suka anak anjing dan pintar menyanyi.
Yoon Sung mengatakannya sambil melirik Nana hahaha..
Da Hye : Itu aku! itu aku!
Yoon Sung : Sudah kubilang aku tidak suka anak kecil sepertimu.
Da hye mulai belajar, ia minta Nana menyiapkan kopi untuknya. Nana akan mengambilnya dan minta Da Hye benar2 belajar.
Yoon Sung juga meminta Nana membuatkan kopi untuknya. Nana menemui Yoon Sung dan memberikan kopi yang diminta.
Yoon Sung sekali lagi minta resep kopi Nana, kenapa aku tidak bisa membuat kopi dengan rasa seperti ini?
Nana kesal, katakan rayuan itu untuk kak Soo Hee saja.
Yoon Sung heran, kau tampaknya masih terganggu dengan itu. Dan masih pura2 kalau kau tidak terganggu.
Nana menyangkal, apa? omong kosong! Nana langsung pergi.
Yoon Sung geli, kau melarikan diri? Panik sekali.
Malamnya, Yoon Sung dan Paman Shik Joon membahas rencana untuk membuktikan kalau ketiga anak Seo baik2 saja kesehatan-nya.
Anak tertua tidak ikut Wamil karena tekanan darah yang tinggi.
Tapi justru mengirim lamaran ke Institut Penelitian Laut Montreal – Amerika.
Yoon Sung : Orang dengan tekanan darah tinggi jelas tidak bisa menahan tekanan air yang lebih kuat, jadi mereka pasti bagus kesehatan-nya.
Shik Joon : Jadi?
Yoon Sung : Siapkan jebakan!
Shik Joon menyeringai setelah mendengar ide Yoon Sung. Yoon Sung bangga, cukup pintar kan?
Presiden Choi memanggil Seo Yong Hak. Ia berkata saat Seo bekerja bersama Lee Kyung Wan, mereka memasok Kementrian Pertahanan dengan sepatu boot sogokan. Apa itu benar?
Seo menyangkal, pengacau itu hanya ingin menjatuhkan aku menjelang pemilu.
Presiden : Benarkah? baiklah, kita tidak bahas itu.
Presiden mengeluarkan sepatu boot rusak dan marah, bagaimana kau bisa memasok sepatu boot rusak ini? Ini adalah sepatu boot yang dipakai oleh anggota militer Republik Korsel!
Kau juga mantan tentara, ini seharusnya kau pikirkan.
Seo masih membela diri dan berkata kalau produk seperti ini hanya ada sedikit. Presiden Choi tidak percaya, kita tidak membahas hukum dan UU disini, aku tanya kau sebagai mantan tentara. Apa tentara Republik Korsel bisa memakai sepatu boot seperti ini!
Presiden membanting sepatu itu ke mejanya.
Seo balik marah, kau sebenarnya mendukung siapa? Kau mau mendorong patriot tua yang putus asa kedalam kekalahan, iya kan?
Presiden : Capres Seo!
Seo : Ya! Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Tapi aku akan mengatakan ini dulu. Kau menang dan kau kalah. Apapun kasusnya, Aku punya kemampuan meraih puncak kekuasaan. Kukira kau sudah tahu itu.
Seo Yong Hak pergi karena masih harus menyiapkan pidato untuk kampanye bersama.
Seo Yong Hak kampanye : Perkembangan masa depan Korea Selatan bergantung pada Teknologi untuk kekuasaan. Bagaimana kita bisa membangun negeri ini dengan rakyat kita? Dengan kepercayaan sosial.
Bagaimana kita menjaga kepercayaan ini dengan pemerintah? Hanya dengan terus percaya kalau mereka bisa memperjuangkan mimpi dan harapan rakyat. Bla bla..
Setelah kampanye, Seo Yong Hak beserta rombongan berdiri untuk menyalami hadirin. Jaksa Kim juga datang dan memberi salam.
Seo berterima kasih dan tanya apa yang dilakukan Yeong Joo disini.
Yeong Joo menunjukkan foto Jin Pyo, saya ingin tanya apa anda tahu orang ini.
Ny. Seo heran dan tanya siapa orang itu ke suaminya. Seo Yong Hak juga tidak tahu.
Yeong Joo minta Seo melihatnya lebih jelas. Saat kau diserang penembak gelap di restoran itu, apa kau tidak pernah melihat orang ini?
Semua berkata tidak pernah melihatnya, siapa dia?
Yeong Joo : Bukan siapa-siapa, hanya orang yang ada dalam daftar tersangka.
Seo : Kau datang hanya untuk tanya ini? Kau ini benar2 serius menangani kasusku. Terima kasih.
Rombongan Seo pergi. Nana sempat bertukar pandang dengan Yeong Joo.
Shik Joon juga diam-diam mengamati Yeong Joo.
Nana pulang setelah selesai dengan pekerjaan-nya. Ia duduk sendiri di halte bis.
Tiba-tiba sebuah mobil mewah mendekat, gadis cantik. Naiklah! Aku akan memberimu tumpangan.
Nana kesal, itu putra ketiga Seo Yong Hak. Seo Dong Hun.
Nana menolaknya, tidak perlu. Aku akan naik bis. Kau duluan saja.
Dong Hun masih berkeras, apa kakimu tidak sakit?
Nana : Aku tidak apa-apa. Pergilah.
Dong Hun keluar dari mobil dan mendekati Nana, ia bahkan menarik Nana untuk masuk ke mobilnya.
Shik Joon ada di dekat mereka dan telp Yoon Sung. Hei, Yoon Sung! cepat kesini. Nana sedang mendapat masalah.
Yoon Sung sedang di jalan, ia langsung tancap gas.
Dong Hun masih mencoba mengajak Nana ke dalam mobil. Nana berkata jika Seo tahu kalau putranya memperlakukan pengawalnya seperti ini, pasti dia malu sekali.
Dong Hun : Kau ini jual mahal ya, sini.
Dong Hun menarik tangan Nana. Yoon Sung datang dan menepis tangan Dong Hun.
Yoon Sung teriak ke Nana, Hei! Apa aku harus menempelkan stiker untuk mengatakan kalau kau adalah pacarku?
Dong Hun : Apa ini? Pacarmu?
Dong Hun berkata Yoon Sung tidak tahu siapa dia berani ikut campur.
Yoon Sung : Aku tidak peduli siapa kau, sana pergi cari ayahmu kalau kau mau cari masalah.
Yoon Sung menarik Nana, Ayo. Lalu pergi meninggalkan Dong Hun yang memaki Yoon Sung di jalan.
Nana berterima kasih pada Yoon Sung. Hey!
Yoon Sung kesal, kenapa Nana tidak membanting saja pria itu.
Nana berkata sudah beberapa kali dimarahi gara2 terlalu berlebihan dalam keamanan. Bagaimana jika aku melakukannya lagi?
Yoon Sung : Jadi karena kau takut kena marah, kau biarkan saja pelecehan itu?
Nana : Pelecehan? Lee Yoon Sung, apa kau marah? Ah tapi, bagaimana aku tahu apa pikiranmu.
Kenapa kau disini?
Yoon Sung : Aku hanya ingin melihat pidatonya. Mengapa? Aku ingin tahu apa bedanya pemilu Amerika dan Korea Selatang.
Nana : Jadi kau benar2 punya aspirasi?
Yoon Sung hanya ketawa.
Lalu ia menerima telp, dari Ki Joon yang mengajaknya makan.
Yoon Sung dan Nana tiba di resto. Sudah ada Ki Joon, Eun Ah, Ki Huk dan Da Hye!
Da Hye langsung protes, Eonni, kenapa kalian bisa datang bersama?
Nana berkata mereka hanya kebetulan bertemu. Hanya kebetulan.
Da Hye : Benarkah?
Da Hye menarikkan kursi untuk Yoon Sung agar bisa duduk di sampingnya.
Ki Joon berkata ia berterima kasih pada semuanya yang sudah menulis petisi sehingga Ki Huk bisa dibebaskan. Paling tidak aku hanya bisa mentraktir kalian makan.
Ki Joon juga berterima kasih karena Da Hye bersedia hadir. Da Hye berkata ini karena Kak Eun Ah ingin sekali datang. Eun Ah langsung mendiamkan Da Hye.
Eun Ah : Kapan aku berkata seperti itu?
Ki Joon mengucapkan terima kasih pada adiknya dan juga Yoon Sung karena akhirnya orang yang bertanggung jawab untuk sepatu boot rusak itu akhirnya turun.
Mereka bersulang. Lalu Ki Huk berkata ini semua adalah kesalahan-nya.
Ki Huk : Aku sudah menimbulkan masalah untuk semuanya. Sebenarnya aku sangat tertekan, selalu mencari seseorang untuk mendengarkan ceritaku. Paling tidak dengan cara ini, tidak akan ada lagi orang yang harus menderita seperti aku.
Meskipun aku tidak ingin kehilangan kaki, aku sama sekali tidak menyesal pergi Wamil, hanya saja aku tidak beruntung.
Yoon Sung mendengarkan semua kata2 Ki Huk dan tidak mempedulikan Da Hye.
Setelah makan, Da Hye pura2 mabuk karena ingin selalu berdekatan dengan Yoon Sung.
Eun Ah kesal, hentikan. Semua tahu kalau kau tidak mabuk.
Da Hye langsung berhenti, apa jelas sekali ya? Da Hye masih ingin mengejar Yoon Sung tapi Eun Ah menahannya.
Sedangkan Nana dan Yoon Sung langsung menghilang.
Keesokannya, Yoon Sung pura2 menjadi Johnny, Manager dari Institut Kelautan Montreal.
Astaga..Lee Min Ho dengan kaca matanya, tapi kenapa tetap keren hahaha…
Sedangkan Shik Joon sebagai Park Jin, dari perusahaan asuransi Trust Life. Mereka menemui Seo Dong Sin dan Seo Dong Seok. Anak tertua dan kedua Seo Yong Hak.
Shik Joon berkata perusahaan-nya ingin mengurus semua asuransi keluarga Seo karena ini adalah keluarga Calon Presiden.
Shik Joon akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk keluarga Seo.
Sedangkan putra tertua Seo berkata ini pertama kalinya ia mengirimkan resume ke organisasi peneliti kelautan.
Yoon Sung memujinya, seorang berbakat seperti Tuan Seo Dong Sin ingin bergabung dengan institusi kami, ini sungguh satu kehormatan.
Shik Joon berkata kalau asuransinya juga meliputi perjalanan keliling dunia, tidak peduli apa yang terjadi di negara yang dituju (asuransi mana yang kaya gini, hahaha)
Shik Joon : Dibanding dengan kedutaan, kami jauh lebih cepat dan sangat bersahabat. Kalau ada penyakit kanker yang ditulis dalam catatan medis, perusahaan kami akan membayar 100% tidak peduli kanker apa itu. Tidak akan diperiksa.
Dong Seok langsung tertarik dan akan mempercayakan asuransi keluarga pada Shik Joon.
Setelah berhasil membuat keduanya tertarik, Yoon Sung dan Shik Joon mulai menyinggung tentang Wamil.
Seperti yang diduga, keduanya juga menyangkal kalau sakit sehingga tidak bisa Wamil. Ah masalah itu ya..sebenarnya…aku tidak sakit hipertensi.
Bahkan keduanya berhasil dibujuk untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ulang di RS!
Shik Joon masuk ke mobil Yoon Sung dan menyerahkan laporan kesehatan putra kedua Seo, tulangnya kokoh! Bagus sekali. Padahal sebelumnya katanya ia terluka.
Yoon Sung puas, paman kau hebat juga. Kemampuanmu hebat sekali.
Shik Joon menghela nafas, Nak, apapun itu, mahyong atau poker …mata akan mengungkapkan segalanya. Meskipun ia menunjukkan wajah yang polos, semuanya akan tergambar di wajahmu. Kita makan, ok?
Yoon Sung dapat sms, dari Da Hye. Baru kali ini ada murid yang sms guru minta les hahaha…
Yoon Sung ngomel, ah aku bisa gila! Paman kita makan lain kali saja.
Shik Joon : Hei Yoon Sung, apa kau menyuruhku makan sendirian?
Yoon Sung mengajar Da Hye bahasa Inggris (Yang hanya memperhatikan wajah Yoon Sung haha), Kau harus belajar lebih banyak kata2 dan kau tidak perlu mencemaskan lainnya. Kata kerja dan kalimat pasif.
Yoon Sung kesal karena terus dilihat Da Hye, hei anak kecil! Apa kau punya mata sinar-X? Kau hampir melubangi kepalaku.
Da Hye protes dan tidak mau dipanggil anak kecil. Yoon Sung tidak peduli, kau memang anak kecil.
Yoon Sung : Tadi aku bilang apa?
Da Hye : Guru! bagaimana mengatakan tampan dalam bahasa Inggris?
Yoon Sung : Apa?
Da Hye : Guru, kalau kau melihat kaca kau pasti kaget, ya kan?
Yoon Sung marah, hei!, kau masih tidak mau fokus? Dan menjitak kepala Da Hye.
Nana yang dari tadi berjaga protes, Tuan Lee Yoon Sung, saya tidak setuju dengan hukuman seperti ini.
Yoon Sung : Tapi aku mendapat ijin Presiden untuk menggunakan cara pembelajaran apapun yang kuinginkan.
Nana diam saja dan mundur.
Yoon Sung dapat sms dari Shik Joon, kalau putra bungsu Seo ada di Hongdae. Di Meimei night club.
Yoon Sung bergegas pergi, aku pergi dulu. Ia menolak ajakan makan malam Da Hye.
Yoon Sung : Aku ini sibuk kalau malam hari.
Yoon Sung sengaja menoleh ke Nana sebelum keluar dari ruang belajar Da Hye.
Da Hye kesal, aku sedang bad-mood. Kakak, siap-siap.
Mereka pergi disko! ternyata sama, mereka ke Hongdae.
Nana dan Eun Ah juga ikut menari dengan gembira, mungkin stres juga. Seo Dong Hun sedang minum dan melihat Nana.
Nana sempat mencegah seorang pria tampan yang ingin mendekati Da Hye.
Tapi Nana tidak sadar saat Seo Dong Hun merangkul pinggangnya. Nana reflek menelikung DOng Hun. Lalu melepaskannya saat tahu siapa orang itu.
Dong Hun ingin menarik Nana lagi, ayo kita bicara di tempat yang lebih sepi.
Nana teriak, lepaskan aku. Yoon Sung datang lagi dan melepaskan tangan Dong Hun.
Dong Hun tidak percaya, kau lagi?
Yoon Sung : Aku sudah bilang, kalau kau menyentuh pacarku, aku akan marah.
Dong Hun menantangnya, kau marah? baik tunjukkan kemarahanmu hari ini. Kalau aku melihat wanita yang kusukai aku akan mendapatkannya, bagaimanapun caranya.
Yoon Sung ketawa. Ini membuat Dong Hun panas, kau berani tertawa? keluar dengan aku. Keduanya keluar.
Da Hye panik, guru! jangan!
Ketiga gadis itu langsung keluar dan tertegun dengan apa yang mereka lihat diluar.
Yoon Sung sama sekali tidak melawan saat Dong Hun memukulinya. Membuat gemas Nana. Ia bahkan mengepalkan tangannya.
Yoon Sung tersungkur dan berdiri lagi, ia sengaja nyengir menyebalkan. Dong Hun marah dan menendang Yoon Sung dengan kaki.
Ini semua direkam oleh Shik Joon.
Shik Joon tidak percaya, orang ini..benar2..
Da Hye panik, kakak! pikirkan sesuatu, cepat! Aku tidak akan melarikan diri. Selamatkan guruku.
Eun Ah berkata ini bukan tugas mereka.
Nana kesal sekali, Yoon Sung bodoh! aku sudah mengajarimu banyak hal! kenapa kau bahkan tidak bisa menendang!
Sementara itu, Yan Rong juga telp Chun Jae Man. Yan Rong lapor kalau pria itu sepertinya bukan City Hunter yang dicari, tapi ia akan tetap mengawasinya.
Da Hye tidak sabar dan maju. Ia memukul Dong Hun dengan tasnya. Dong Hun kesal, kau siapa? ia melempar Da Hye.
Ok, kali ini Nana dan Eun Ah langsung turun tangan. Eun Ah melempar Dong Hun ke Nana yang langsung membantingnya.
Yoon Sung langsung menghilang.
Eun Ah minta Nana memanggil polisi. Tapi Nana berkata percuma membesarkan masalah ini. Dia putra bungsu Capres Seo.
Eun Ah baru sadar, benar juga.
Nana : Dengar, Tuan muda, sebaiknya kau segera pergi. Tadi ada beberapa orang yang memanggil polisi dan bagaimana rasanya mendengar sirene polisi?
Dong Hun langsung pergi.
Nana mencari Yoon Sung dan Da Hye berkata kalau Yoon Sung sudah lari, ia mungkin malu karena sudah terlihat dipukuli oleh kita bertiga.
Yoon Sung ada di rumah. Ia sedang melihat lukanya di cermin. Yoon Sung sudah memakai plester biasa.
Nana pulang. Tanpa bicara. Nana langsung buka laci dan mengambil plester dari Yeong Joo.
Nana kesal sekali, kau berkata agar aku hati2 dengan luka dan menggunakan plester yang bagus. Tapi coba lihat dirimu. Singkirkan tanganmu.
Nana melepas plester Yoon Sung dan menggantinya dengan plester miliknya.
Yoon Sung : Aku tidak suka menggunakan barang yang sudah dipakai orang lain.
Nana : Diam.
Yoon Sung : Tidak perlu.
Nana : Kubilang diam!
Nana marah, aku sudah mengajarimu dengan serius. Bagaimana bisa kau bahkan tidak meninjunya? Apa kau tahu yang kau lakukan didepan Shin Eun Ah dan aku tadi itu sangat memalukan?
Yoon Sung cemberut, kenapa kau dan Shin Eun Ah harus merasa malu?
Nana : Karena kau tidak sebagus Go Ki Joon.
Yoon Sung : Kupikir kau mencemaskanku.
Nana langsung berkata akan memberikan pelatihan khusus pada Yoon Sung. Aku harus mengajarkan padamu apa yang harus dilakukan saat kau dipukuli.
Yoon Sung hanya mencibir, bagaimana kalau aku mau dipukuli?
Malamnya, Yoon Sung menonton rekaman video karya Shik Joon dan memujinya, paman, kau bagus mengambil gambar!
Yoon Sung : Wajahku sama sekali tidak terlihat.
Shik Joon : Tentu saja, tidak ada yang tidak bisa kulakukan.
Shik Joon mencemaskan Yoon Sung, kau tidak apa-apa dipukuli seperti itu? Aku rasa dia berlebihan saat memukulimu.
Yoon sung hanya ketawa, tidak apa-apa. Tidak akan luka kalau hanya satu orang saja. Paman, Seo Dong Sin berkata ia mengikuti instruksiku dalam e-mail.
Shik Joon geli benarkah? idiot itu benar2 bisa dibodohi!
Yoon Sung juga geli, idiot. Dia tidak akan pernah membayangkan kalau semua informasinya terkirim ke bagian SDM Militer.
Kita pastikan agar mereka tahu kalau semua sama di depan hukum.
Paginya, Seo Yong Hak mengantar putra tertuanya ke gerbang. Ia memberi selamat karena berhasil meraih impian-nya menjadi anggota institut kelautan Amerika.
Dong Sin berkata akan telp kalau sudah mendapatkan rumah di Amerika. Ia menyesal tidak bisa membantu ayahnya. Seo berkata tidak masalah.
Dong Seok dan Dong Hun akan mengantar kakaknya ke bandara. Mereka komen, banyak sekali bawaan-nya.
Belum sempat mereka berangkat, tiba2 ada mobil militer diikuti banyak mobil dari media berhenti di depan mereka.
Seo Yong Hak kaget. Semua turun dan mengarahkan kamera serta mike. Ada apa ini?
Seorang tentara memberi hormat. Seo heran.
Tentara itu menjelaskan kalau dia dari SDM Militer dan sudah menerima surat lamaran untuk bergabung dengan Militer lewat internet yang sudah dikirim oleh ketiga Putra Seo Yong Hak.
Seo kaget, ketiga putranya pucat. Apalagi saat tentara itu berkata kalau laporan kesehatan yang dikirim menunjukkan kalau ketiganya tidak ada masalah kesehatan.
Apalagi saat melihat putra bungsu anda di video. Kami yakin kalau kakinya sudah sembuh total. Dia akan bisa beradaptasi dengan kehidupan militer.
Tentara itu juga menambahkan kalau dengan sukarela masuk Wamil setelah kesehatan-nya pulih akan menjadi contoh yang sangat bagus untuk masyarakat.
Mereka tidak bisa berkutik. Tidak bisa banyak membawa barang karena sebagai militer tidak perlu punya banyak barang.
Pers langsung menyerang Seo dengan pertanyaan. Apakah ini taktik menjelang Pemilu, kenapa ketiga putra anda bisa masuk Wamil bersamaan?
Banyak orang percaya kalau mereka sengaja menghindar dari Wamil di masa lalu. Seo kelabakan memberikan jawaban.
Seo berkata keluarga awalnya ingin mengirim mereka masuk Wamil diam2 tapi sekarang semua sudah tahu. Ini benar2 membuatku malu.
Seo : Semua pria di Republik Korea Selatang tidak peduli siapa mereka, harus ikut Wamil. Inilah mengapa aku membiarkan putra tertuaku agar sehat dulu sebelum masuk Wamil.
Tapi tentara itu berkata kalau ketiganya harus pergi sekarang. Semua setengah diseret masuk ke mobil militer dan Seo Yong Hak tidak bisa apa-apa. Istrinya juga hampir pingsan.
Biarpun ini pukulan untuk ketiga anak manja itu, tapi justru membuat popularitas Seo Yong Hak sebagai Capres meningkat.
Jin Pyo marah, apa ini? Bagaimana bisa mengajukan Wamil secara sukarela?
Yoon Sung mengaku itu perbuatannya.
Jin Pyo : Saat kau berkata kau ingin semua sama di depan hukum, apa ini maksudmu? Ini hanya meningkatkan dukungan bagi Seo Yong Hak!
Tujuan Yoon Sung adalah untuk menenangkan hati rakyat, mereka mengeluh karena anak2 mereka menderita di militer, tapi anak2 orang itu tidak pergi. Siapa yang akan menghibur mereka?
Jin Pyo : Menghibur? Jika terus seperti ini, apa yang akan kita lakukan jika Seo Yong Hak menang pemilu?
Yoon Sung : Bawa dia ke posisi tertinggi…lalu, biarkan ia jatuh.
Jin Pyo : Aku tidak lama melihatmu kau sudah jadi arogan. Kesempatan tidak selalu datang dan karena ini, Seo Yong Hak sudah belajar bersembunyi dibalik opini publik.
Yoon Sung minta Jin Pyo tidak mencemaskan ini, aku pasti akan membuatnya jatuh dalam pemilu, tiga hari dari sekarang.
Jaksa Kim juga mendapatkan bukti baru. Jang memberikan laporan, perusahaan yang mentransfer uang 7 kali ke rekening putri Seo Yong Hak – Seo Dong Hui adalah perusahaan tas kulit HNC yang didirikan sebagai pengalih pajak.
Singkatnya ini perusahaan siluman yang dibuat Mars Inc.
Mereka juga menemukan rekening2 palsu. Jaksa Kim segera mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Capres Seo Yong Hak.
Jaksa Kim tidak peduli meskipun besok adalah hari terakhir kampanye.
Shik Joon dan Yoon Sung bersiap untuk misi. Mereka bertemu di hotel tempat jumpa pers Seo Yong Hak.
Yoon Sung memberikan ID untuk Shik Joon, masuk ke lantai dua. Ke ruang pengendali utama. Saat aku beri tanda, pasang ini/flash disk ke komputer. Yoon Sung sudah mengatur programnya agar bisa langsung jalan secara otomatis.
Shik Joon sedikit ragu, apa akan sukses?
Yoon Sung meyakinkannya, jangan gugup, kau harus berani. Yoon Sung merapikan jas paman Shik Joon, ia minta paman mengancingkan jasnya.
Shik Joon : Tidak bisa..
Yoon Sung geli, turunkan berat badanmu! dasar…
Jaksa Kim dan tim pergi ke Seocho Industries. Aku Jaksa Kim dari Kepolisian Khusus Seoul, aku punya surat perintah penggeledahan. Tolong semuanya kerjasama.
Shik Joon dengan penuh percaya diri masuk ke ruang kendali dan berkata kalau cahaya-nya terlalu gelap sehingga tidak bisa melihat wajah para Capres.
Shik Joon minta cahayanya diatur. Ia mengamati ruangan itu.
Petugas sedikit heran melihat Shik Joon, tapi ia menurut saja.
Sementara itu City Hunter siap beraksi. Ia langsung mendekati lorong di dekat kamar Seo Yong Hak dan berkelahi dengan para penjaga.
Satu persatu penjaga dijatuhkan oleh City Hunter. Yoon sung mengenakan penutup muka.
Yoon Sung masih harus menghadapi seorang wanita yang ternyata pintar beladiri. Tapi Yoon Sung pantang memukul wanita, sehingga sedikit menyulitkan. Yoon Sung dengan gesit berhasil mengikat wanita itu dengan dasi penjaga yang pingsan. Wow…
Seo Yong Hak ada di kamar hotel. Ia sedang dimake-up. Setelah perias pergi, Seo menerima telp dan berterima kasih pada presdir Kim. Ia mengeluh saat mendengar Jaksa Kim ingin berurusan dengannya.
Seo Yong Hak mulai latihan pidato. Terdengar ketukan di pintu. Seo berkata silahkan masuk. Tapi orang itu tidak juga masuk. Justru mengetuk pintu lagi.
Seo Yong Hak kesal, aku sudah menyuruh masuk..siapa sebenarnya ini?
Seo membuka handel pintu dan langsung jatuh pingsan.
Yoon Sung menempelkan sebuah alat seperti pemicu jantung (kaya yang dipakai tentara Korut untuk melumpuhkan James Bond – episode Die Another Day) di handel pintu yang mengalirkan listrik, membuat Seo pingsan.
Yoon Sung masuk dan memeriksa nadi di leher Seo, istirahatlah Capres Seo.
Shik Joon masih di ruang kendali, ia masih bergaya sebagai senior dan menyuruh staf membesarkan volume suara dan sebagainya.
Petugas itu justru curiga dengan ID Shik Joon. Kenapa fotonya adalah foto orang lain?
Shik Joon pura2 marah, kau..apa yang kau ributkan? Apa kau kira ini ID palsu? Dan memintanya membesarkan volume suara.
Shik Joon berkata harus ke toilet dan jalan keluar.
Petugas keluar dan berkata kalau Shik Joon mencurigakan pada rekannya. Mereka mengejar Shik Joon.
Nana jalan menuju kamar Seo Yong Hak, ia harus menjemput Seo.
Shik Joon telp Yoon Sung, Yoon Sung! kukira kita ketahuan, ayo keluar dari sini!
Nana kaget saat mendekat ke arah kamar Seo. Semua penjaga jatuh bergelimpangan. Nana langsung waspada dan mengeluarkan pistolnya.
Jaksa Kim selesai melakukan penggeledahan dan mendapat laporan kalau Seo Yong Hak menghilang.
Nana masih melakukan pencarian. Ia kaget saat lift terbuka dan mengarahkan pistol.
Ternyata rombongan Jaksa Kim bersama bibinya dan yang lain.
Nana segera ikut bergabung. Jaksa Kim tanya apa benar Seo Yong Hak diculik.
Nana membenarkan. Bibi Nana memberi semangat pada Nana.
Tiba-tiba lift mereka berhenti. Semua panik. Apa yang terjadi?
Ternyata Jin Pyo yang melakukannya. Ia jalan pergi.
Orang-orang Jaksa Kim berhasil membuka pintu lift. Tapi Lift berhenti diantara lantai, sehingga hanya Nana yang bertubuh kecil yang bisa menyusup keluar.
Nana berkata akan mencari Seo Yong Hak dulu. Yeong Joo pesan agar Nana hati-hati.
Nana langsung lari ke lantai atas. Yoon Sung memanggul Seo Yong Hak dan membawanya ke balkon atas gedung.
Ia membaringkan Seo dan akan mengikatnya. Sepertinya akan dibawa turun dengan tali.
Nana sudah sampai di lantai atas dan terpaku melihat pemandangan di depannya. Ia mengarahkan pistol ke punggung Yoon Sung.
Nana mengokang pistol, Berhenti!
Yoon Sung terkejut. Yoon Sung tahu itu Nana.
Nana : Jangan bergerak.
Yoon Sung tidak menggubris dan tetap akan terjun. Nana teriak, aku peringatkan, berhenti!
Lalu menembak punggung Yoon Sung. Peluru Nana menembus kaca dan langsung ke punggung Yoon Sung.
Yoon Sung tidak mengacuhkan seruan Nana dan tetap akan melompat dari gedung.
Nana menembak dan mengenai punggung kanan Yoon Sung.
Yoon Sung menarik tali dan melayang turun dari atas gedung.
Nana lari mengejar Yoon Sung, tapi terlambat. Yoon Sung sudah melayang sampai bawah.
Jatuh bergulingan di aspal dan bergegas masuk ke mobilnya. Lalu pergi.
Nana melihat mobil itu menjauh, lalu bergegas memeriksa Seo Yong Hak.
Jaksa Kim dan Jang Pil Jae menyusul ke atas. Yeong Joo minta Jang memerintah polisi menutup gerbang no. 3 karena mobil penculik mengarah kesitu.
Yoon Sung menyetir mobil dengan susah payah. Ia pendarahan. Yoon Sung mencoba telp paman Shik Joon tapi Shik Joon tidak juga mengangkat telp Yoon Sung.
Shik Joon sembunyi dalam bak sampah. Ia susah keluar karena banyak penjaga.
Seo Yong Hak masih pingsan dan istrinya mulai resah, kenapa ambulance-nya belum juga datang.
Seo tiba2 sadar. Ny Seo memanggil suaminya, sayang, sayang…kau dapat mendengarku?
Ny. Seo ingin suaminya segera ke RS tapi Seo Yong Hak menolak. Siapa yang mengijinkan menunda nominasi? Aku tidak apa-apa.
Anak buahnya juga melarang, tapi Seo berkeras. Aku akan tetap pidato.
Seo Yong Hak melihat Jaksa Kim di ruangan itu dan marah. Jaksa Kim, jangan hanya berpikir untuk menangkapku.
Tangkap mereka yang ingin menyerangku dan mereka yang akan menculikku! Dasar bodoh!
Seo Yong Hak jalan keluar dengan marah. Diikuti istri dan rombongannya. Jaksa Kim diam saja. Nana hanya meliriknya sekilas.
Seo Yong Hak masuk ke aula dengan pengawalan ketat. Seo pidato dengan berapi-api, Aku terancam penculikan dan penyerangan. Mengapa aku masih berdiri disini?
Apa aku sudah gila karena ingin jadi Presiden? Tidak. Hari ini, masih ada banyak masalah dalam sistem pertahanan kita.
Percayalah pada mereka yang peduli pada kesejahteraan rakyat. Pertahanan militer kita dipertaruhkan. Jika Seo Yong Hak tidak disini…keamanan negeri ini akan dalam bahaya, saudara-saudara!
Selama kampanye Nana mengawasi setiap orang. Lee Jin Pyo ada di tempat duduk dan mendengarkan pidato dengan geram. Jaksa Kim dan Jang diam saja.
Semua bersorak mengelu-elukan : Seo Yong Hak! Seo Yong Hak!
Jin Pyo tidak tahan dan keluar dengan marah.
Jin Pyo berdiri di tengah gedung. Kim Sang Gook mendatanginya, kau mendengarnya kan? Ada tembakan. Tapi tidak ada yang ditangkap polisi.
Jin Pyo dengan dingin : Lalu?
Sang Gook : Dia pasti terluka parah saat mencoba lari.
Jin Pyo menghela nafas.
Jaksa Kim, Jang dan Bibi Nana memeriksa TKP. Jang lapor kalau polisi sudah dikerahkan untuk menangkap orang itu.
Jaksa Kim melihat darah di tepi tembok dan minta diperiksa golongannya.
Jang berkata orang itu pasti tertembak, karena tidak ditemukan peluru.
Yeong Joo mengerti dan minta Jang memeriksa DNA yang cocok dengan darah itu. Cek semua CCTV yang jadi jalan melarikan diri.
Jang : Apa mungkin ini Steve Lee?
Yeong Joo : Tidak, tidak ada saksi yang mengatakan kalau kakinya kaku.
Jang berkata kalau tali yang digunakan bukan tali biasa. Yeong Joo minta Jang menyelidiki hal itu juga.
Yoon Sung masuk dengan paksa ke klinik Soo Hee. Ia memecahkan jendela. Membuka bajunya dan mulai operasi peluru.
Yoon Sung menyirami lukanya dengan alkohol untuk sterilisasi. Oh my..ini ngeri ..
Yoon Sung mengernyit menahan sakit.
Lalu ia mencabut pelurunya sendiri. Yoon Sung kesakitan dan lari ke rak mencari obat penahan sakit.
Ia mengenakan bajunya lagi.
Soo hee tiba-tiba datang. Ia menyalakan lampu dan kaget saat melihat kliniknya berantakan.
Soo hee bisa merasakan ada orang di belakangnya. Ia menoleh dan syok saat melihat Yoon Sung berdiri di sudut dengan wajah pucat.
Soo Hee kaget : Yoon Sung!
Yoon Sung : Hutang budimu padaku…apa aku bisa memintanya hari ini?
Soo Hee mengerti dan tanpa banyak bertanya ia merawat luka Yoon Sung. Soo Hee menjahit luka dan membalutnya.
Soo Hee membersihkan sofa, ia menyadari kaca jendelanya pecah. Lalu melihat mobil polisi patroli.
Soo Hee segera menutup tirainya. Ia menginfus Yoon Sung : Klinikku hanya punya obat untuk hewan, apa tidak apa-apa?
Yoon Sung : Tidak apa-apa. Dosisnya berbeda, tapi tetap sama saja dengan manusia. Jahitannya lumayan, jika menimbulkan bekas, aku akan mengatakan pada semua orang kalau kau adalah dokter yang payah.
Soo Hee tersenyum. Kau sepertinya baik-baik saja. Coba, apa kau demam? Soo Hee mengecek dahi Yoon Sung.
Soo Hee lega, bagus..sepertinya tidak serius.
Yoon Sung : Kenapa kau tidak bertanya?
Soo Hee : Apa? tentang luka itu?
Yoon Sung : Kenapa aku tidak pergi ke RS tapi justru sembunyi di klinik dokter hewan.
Soo Hee berkata ia yakin Yoon Sung punya alasan. Soo Hee pernah merawat anjing yang ditembak senapan angin dan lukanya mirip dengan luka Yoon Sung.
Soo Hee menyalakan TV dan minta Yoon Sung santai. Tapi di TV justru terlihat Seo Yong Hak yang dielukan oleh banyak orang.
Reporter melaporkan percobaan penculikan Capres Seo Yong Hak dan penculiknya berhasil melarikan diri setelah ditembak.
Soo Hee mulai mengerti apa yang terjadi dan mematikan TV. Ia berkata polisi sepertinya sibuk dan minta Yoon Sung tinggal saja di kliniknya.
Yoon Sung mengerti. Lalu ia mendapat telp dari Jin Pyo.
Jin Pyo marah, kau seharusnya membunuh petugas keamanan itu.
Yoon Sung minta maaf.
Jin Pyo kesal : Dasar lemah. Bagaimana lukamu?
Yoon Sung : Tidak serius, hanya tergores (what?)
Jin Pyo : Segera kesini.
Yoon Sung : Ya.
Setelah telp ditutup, Soo Hee tersenyum dan berkata ia merasa tiba-tiba menjadi jagoan dalam film.
Nana pulang dan heran karena rumah masih gelap. Ia menyalakan lampu dan melihat kalau Yoon Sung belum pulang.
Nana menghela nafas : Belum pulang ya..
Malamnya, Yoon Sung tidur sambil diinfus. Ia gelisah.
Yoon Sung bermimpi, ada seorang wanita mengarahkan pistol kepadanya.
Wanita itu Kim Nana. Keduanya saling mengarahkan senjata.
Nana menembaknya. Tiba-tiba Jin Pyo muncul dan memerintah Yoon Sung untuk menembak Nana.
Yoon Sung menembak Nana, keduanya saling tembak dan terkapar berlumuran darah.
Nana sekarat, ia melihat ke Yoon Sung dan berusaha meraih tangannya.
Yoon Sung juga berusaha meraih tangan Nana. Nana menangis.
Yoon sung terbangun dengan tubuh penuh keringat dingin.
Paginya, Nana bangun dan marah2. Ia gosok gigi sambil ngomel, menginap di luar..Kau benar2 menginap diluar!
Nana : Ya, kau seorang pria. Dan bukan sembarang pria, pria yang sibuk setiap malam.
Soo Hee juga sudah bangun pagi-pagi dan mencari Yoon Sung. Yoon Sung justru muncul di belakang Soo Hee.
Soo Hee menghela nafas : Lee Yoon Sung, pria seperti apa dirimu itu?
Yoon Sung : Pria yang berbahaya.
Soo Hee minta Yoon Sung pergi kerja. Ia memberikan baju milik Yeong Joo.
Yoon Sung tampak heran. Soo Hee berkata kalau Jaksa Kim adalah mantan suaminya. Kau sepertinya punya ukuran sama, jadi aku bawa ini.
Soo Hee mengganti perban Yoon Sung dan minta Yoon Sung hati-hati karena lukanya bukan luka kecil.
Yoon Sung : Terima kasih.
Soo Hee menemukan bekas luka lain di punggung Yoon Sung dan berkata luka2 ini pasti menyakitkan.
Yoon sung tidak menjawab dan segera memakai bajunya.
Soo Hee minta Yoon Sung minum obat 30 menit setelah makan. Soo Hee berkata ia tidak memberikan klaim asuransi. (Jadi Yoon Sung harus bayar)
Yoon sung : Apa?
Soo Hee dengan bercanda berkata kalau berat Yoon Sung sama dengan anjing besar (kaya Rottweiler gitu?) jadi Soo hee akan menagih sesuai tarif anjing besar.
Soo Hee mengacungkan tangannya, 50 ribu Won.
Yoon Sung geli. Soo Hee berkata Yoon Sung bisa mentraktirnya makan.
Yoon Sung keluar dari klinik Soo Hee. Soo Hee pesan agar hati-hati dengan lukanya.
Nana kebetulan jalan ke kantor dan melihat keduanya. Ia kaget.
Nana salah paham dan segera melarikan diri. Ia sampai menabrak pengendara sepeda.
Nana minta maaf dan segera pergi.
Yoon Sung melihat kejadian itu, ia mendekat dan tanya ke pria itu, apa kau mau ke RS?
Yoon Sung melihat Nana, ia mengejarnya, Kim Nana.
Yoon sung mengikuti Nana. Hei, Kim Nana. Yoon Sung mengulurkan tangan dan meraih bahu Nana.
Nana marah, lepaskan! dan langsung membanting Yoon sung! ugh..sakit ..(Terus terang aku meringis waktu lihat scene ini, bayangkan habis ketembak dan luka parah, dibanting lagi. Aku rada marah dg Nana kali ini, meskipun Nana tidak tahu masalahnya.)
Yoon Sung menahan sakit dan bangkit, kita bicara. Nana menolaknya.
Yoon Sung : Apa kau melakukan kesalahan? Kenapa kau lari?
Nana berkata ia buru2, tidak lari.
Yoon Sung berkata kalau Nana pasti salah paham lagi.
Nana berkata kalau perkataan Yoon Sung sudah kuno. Ia kesal karena Yoon Sung pamer kemesraan di pagi hari.
Nana : Kau ingin orang salah paham dan berasumsi di belakang punggungmu? tentang kau dan kak Soo Hee? Aku juga tidak yakin apa itu salah paham atau kenyataan.
Yoon Sung : Lagipula, kenapa kau tertarik dengan kehidupan orang lain? Kau berlebihan, itu bukan urusanmu.
Nana minta maaf, memang seharusnya ia tidak mencemaskan Yoon Sung. Nana hanya takut orang melihat Yoon Sung tidak pulang. Ia membawakan baju ganti untuk Yoon Sung (kaya Kae In aja haha..)
Yoon Sung sebenarnya merasa tidak enak, tapi berkata kalau Nana tidak punya selera dalam berbusana, tidak matching semua, antara dasi dan jasnya.
Nana menyindir, kalau rumah itu (klinik) sepertinya punya baju bagus untuk Yoon sung. Nana pergi duluan. (Kenapa tidak melihat betapa pucatnya wajah Yoon Sung…dasar)
Tim IT dan Keamanan Blue House latihan menembak lagi. Nana bagus sekali performanya dan Kepala Bagian memujinya.
Kepala Bagian : Bagus sekali. Aku dengar kau menembaknya, ya kan?
Kepala Bagian teriak, menembak tepat sasaran itu susah. Latihan sungguh membantu. Semuanya, pikirkan target itu sebagai City Hunter.
Pikirkan kalau melepaskannya kalian akan mati.
Semua menembak tapi Yoon Sung tidak bisa. Ia ingat saat Nana menembaknya. Yoon Sung sepertinya masih syok.
Yoon Sung tanya kenapa Nana ingin jadi pengawal, kalau pria itu (CH) bersenjata, maka Nana bisa terluka.
Nana : Kau mencemaskanku tapi tidak meneleponku kemarin.
Nana menyesal tidak menarik City Hunter kemarin. Yoon Sung tanya, apa Nana merasa City Hunter itu orang jahat.
Nana : Aku..harus melindungi Seo Yong Hak. Itu pekerjaanku.
Petugas Jang lapor kalau CCTV yang merekam pelarian penculik itu semuanya dimatikan. Jadi dia tidak tahu siapa orang itu.
Yeong Joo kaget. Bahkan semua kamera yang terhubung dengan kepolisian juga dimatikan. Tapi CCTV sekitar pertokoan dan bank tidak mengalami masalah.
Polisi berkata CCTV-nya sudah kena hack.
Jang : Sepertinya dari IP Address Blue House.
Yeong Joo : Blue House IP. Video dari acara Seo Yong Hak waktu itu juga punya IP dari Blue House kan?
Jaksa Kim mengajak Jang bergegas ke Blue House.
Jaksa Kim menemui Kepala Bagian IT Blue House. Ia berkata kalau semua CCTV di jalur pelarian penculik Seo Yong Hak sudah dihack dan hackernya punya IP Address Blue House.
Kepala bagian kaget, IP B..Blue House? Bukan aku!
Yeong Joo ingin mengecek IP Address mereka dan Kepala Bagian berkata IP ini dipakai semuanya, jadi tidak bisa ketahuan siapa yang menggunakan IP Address itu.
Yeong Joo mengerti, berarti kami harus menyita semua komputer di departemen IT ini untuk penyelidikan.
Semua kaget, itu akan membuat sistem telekomunikasi seluruh negeri hancur. Yoon Sung dari tadi bergerak dengan cepat. Ia menghapus semua jejak hacking-nya.
Yeong Joo akhirnya memberi waktu 3 hari untuk menyiapkan dan mengirim semua komputer ke kantor Jaksa. Juga untuk menyiapkan back-up data. Ia hanya ingin menemukan siapa orangnya.
Yeong Joo sebenarnya menyadari kalau Yoon Sung mengenakan bajunya.
Yoon Sung ada di kamar mandi untuk mengurus lukanya. Ki Joon sedang cuci tangan di luar. Ia ingin tahu siapa hackernya.
Yoon Sung : Go sunbae, bukan kau kan? Kau ahli hacker berpengalaman dan waktu itu juga ada insiden.
Ki Joon marah, apa kau gila? Ditahan dua hari sudah membuatku gila. Lalu pergi.
Jaksa Kim masuk ke kamar mandi, setelan itu, dasi itu.
Yoon Sung tidak menyangkal, benar, ini milikmu. Soo Hee yang meminjamkannya padaku.
Yeong Joo marah, apa kau selalu seperti ini…pada semua wanita?
Yoon Sung berkata ia hanya meminjamnya karena terjadi sesuatu. Perkataanmu sungguh tidak enak didengar.
Yoon Sung : Lagipula ini juga bukan gayaku. Aku tidak suka meminjam baju orang lain juga. Jadi, aku akan segera mengembalikannya.
Tapi, kalian berdua sudah berakhir. Kau cemas seperti ini, bukankah itu terlalu konyol?
Yeong Joo : Soo Hee adalah wanita yang pantas dikasihani, dia seharusnya bertemu pria yang baik. Bukan orang sepertimu.
Yoon Sung marah, memangnya kenapa denganku?
Yeong Joo : Dia terlalu murni untuk dipermainkan oleh orang sepertimu.
Yoon Sung : Siapa bilang aku mempermainkan-nya? Apa kau takut kalau aku serius?
Kau seharusnya juga mengurus perasaanmu sendiri. Aku tidak akan sepertimu, pura2 jadi Paman Kaki Panjang dan mengendalikan dari belakang.
Yoon Sung pergi. Yeong Joo melihatnya dengan pandangan marah.
Jang Pil Jae mendekat dan berkata sudah menyita sepertiga komputer. Yeong Joo pergi dengan Jang.
Paman Shik Joon berhasil keluar dari bak sampah. Ia naik subway dan semua penumpang menyingkir sambil marah2, bau sekali!
Shik Joon malu dan dia hanya menunduk. Mana ada tauge tergantung di telinga Paman Shik Joon lagi…hahaha
Yoon Sung jalan masuk dan melihat Shik Joon. Paman! Yoon Sung segera mendekati Shik Joon.
Shik Joon senang sekali melihat Yoon Sung, kau tidak apa-apa?
Yoon Sung : Aku baik-baik saja.
Shik Joon : Yoon Sung! Terima kasih karena kau masih hidup!
Yoon Sung ingin merangkul Shik Joon, tapi Shik Joon melarangnya. Kau bisa jadi bau. Semua orang menghindariku.
Yoon Sung ketawa, ia tidak peduli dan tetap memeluk Shik Joon yang hampir menangis. Wow kau benar2 bau..Yoon Sung ketawa.
(Aku suka sekali scene ini, tidak tahu alasannya.)
Jin Pyo menampar Yoon Sung. Ia murka. Aku sudah bilang kalau cara ini tidak akan berhasil.
Karena penilaian naifmu, Seo Yong Hak mendapatkan sayap dan bukannya peluru.
Jin Pyo : Apa kau lupa bagaimana ayahmu meninggal 28 th lalu?
Yoon Sung menunduk, aku minta maaf.
Jin Pyo : Aku tidak mau kehilangan kau juga. Caramu terlalu baik untuk orang2 ini.
Jin Pyo menanyakan luka Yoon Sung. Yoon Sung berkata tidak apa-apa. Jin Pyo ingin mengambil alih masalah ini.
Yoon Sung : Jangan, biar aku yang melakukannya. Dendam ini bukan hanya untukmu. Tapi juga untuk ayahku.
Jin Pyo berkata ia percaya pada Yoon Sung, tapi tidak boleh ada kesalahan kedua.
Yoon Sung mengerti.
Shik Joon menengahi keduanya dan usul untuk membahas rencana Yoon sung saja. Shik Joon menjelaskan kalau diskusi akan diadakan di studio B lantai 5.
Ruang pengendali ada di lantai 12. Dari lantai 12 ke lantai 5, dengan kecepatan Yoon Sung..2 menit sudah cukup. Wow…keren.
Shik Joon : Masalahnya, kita tidak bisa melihat Seo Yong Hak dari studio.
Jika aku menunggunya untuk melarikan diri di parkir mobil basement, aku bisa menunggunya.
Tapi jika dia lari dari belakang…
Jin Pyo : Akan ada banyak penjaga keamanan jadi itu tidak akan mudah.
Shik joon membenarkan, karena kemarin mereka tidak mendapatkan Yoon Sung.
Jin Pyo berkata kali ini akan lebih mudah untuk menembak. Dan semoga tidak bertemu pengawal yang bersedia mempertaruhkan nyawa.
Yoon Sung diam saja. Ia tahu ayahnya menyindirnya.
Jin Pyo ingin jika ada yang menghalangi, mereka harus membereskannya.
Shik Joon : Apa tidak apa-apa membunuh orang hanya karena ingin mendapatkan Seo yong Hak?
Jin Pyo marah : Dan juga karena kesetiaan pada negara, bagaimana dengan ribuan orang tidak bersalah yang sudah kehilangan nyawa mereka?
Jin Pyo memukul bahu Yoon Sung dengan tongkatnya. Ugh ini orang…
Jin Pyo : Lukamu sepertinya tidak apa-apa. Kali ini kau harus sukses.
Yoon Sung diam saja, ia menahan sakit.
Yoon Sung makan malam bersama Shik Joon. Tapi tidak berselera dan meletakkan sumpitnya.
Shik Joon cemas, ada apa? Apa karena lukamu? Apa mau kusuapi?
Yoon Sung ketawa, tidak apa-apa. Tidak terlalu serius.
Shik Joon berkata Yoon Sung ini masih sama saja seperti di Thailand. Dipukuli, lalu makan, dipukuli, makan..terus saja begitu.
Shik Joon ingin tahu siapa yang menembak Yoon Sung.
Yoon Sung mengaku, itu Nana.
Shik Joon kaget, Nana? Nana menembakmu? Apa dia mengenalimu?
Yoon Sung berkata kalau Nana mungkin tidak melihat dan tidak berpikir kalau itu adalah Yoon Sung.
Shik Joon lega. Yoon Sung ingin Nana tidak mengawal Seo Yong Hak kali ini. Karena sangat bahaya.
Yoon Sung ingin tahu bagaimana caranya, karena waktu lalu Yoon Sung tanpa sengaja melukai pergelangan kaki Nana. Apa ia harus melukainya lagi.
Shik Joon tidak setuju, nanti kaki Nana bisa patah.
Yoon Sung punya ide lain, atau…dengan obat pencahar?
Shik Joon kesal, bagaimana bisa membiarkan seorang gadis bolak balik ke toilet?
Shik Joon mendekat, ia punya ide. Bagaimana dengan ini?
Yoon Sung mendengar lalu kaget, bagaimana kalau dia mati?
Astaga ..CH ini tidak terduga, tiba2 jadi lucu..(kaya roller coaster, tegang, terharu, tegang lagi, lucu, nangis, romance, dll..)
Yoon Sung dan Shik Joon menunggu di atas atap apartemen Nana. Mengapa dia belum datang?
Yoon Sung : Paman, tapi kupikir ini bukan ide bagus.
Shik Joon : Obat pencahar saja? Apa kau ingin membuat seorang gadis kena diare dan bolak balik kamar mandi?
Yoon Sung : Tapi jika salah sasaran akan ada masalah!
Shik Joon berkata ini sangat aman.
Kim Nana pulang. Shik Joon panik dan tiba-tiba meraih batu bata, ia ingin melempar Nana.
Yoon Sung menghalanginya. Shik Joon berkata ia panik. Lalu meraih pot bunga besar. (Astaga..ini lucu sekali)
Yoon Sung tidak tega dan melarangnya, keduanya rebutan pot bunga. Tapi justru tanpa sengaja menjatuhkan pot bunga kecil dan panci ke arah kepala Nana!
Kena! Nana langsung memegang kepalanya. Ia kesakitan.
Nana murka, ia teriak..siapa itu? Sakit!
Yoon Sung dan Shik Joon langsung sembunyi. Keduanya lega sekaligus heran, dia tidak mati kan?
Terdengar suara Nana dari bawah, kalian akan mati!
Yoon Sung dan Shik Joon ketakutan. Cepat! Lari!
Ok, sekarang coba plan B :
Yoon Sung mengajak ketiga gadis minum kopi bersama. Nana, Eun Ah dan Da Hye.
Yoon Sung memastikan kalau kopi Nana adalah Iced Americano. Lalu menaruh obat pencahar dalam kopi Nana.
Setelah semua mendapatkan kopi, Yoon Sung dalam hati berkata ia minta maaf untuk diare itu. Karena ini demi keselamatan Nana.
Nana mengambil kopi dan akan meminumnya. Yoon Sung dalam hati berharap, minum…minum..Minum cepat!
Tepat di saat krusial itu, tiba2 Eun Ah ingin kopi Nana, kelihatannya lebih menyegarkan dari biasanya. Bagaimana kalau tukar?
Yoon Sung pucat. Ia tidak bisa melarang dan pasrah saja saat kopi itu diminum Eun Ah.
Da hye mengajak ketiganya ke karaoke. Yoon Sung menolak tapi Putri Presiden memaksa.
Da Hye menyanyi dengan kacau (Menurutku. Hanya Mu Gyul yang bisa menyanyi bagus di karaoke hehehe) Membuat semua geli. Yoon Sung sudah tidak sabar lagi.
Eun Ah terlihat gelisah, ia sakit perut. Da Hye tidak membiarkan Yoon Sung pulang duluan, ia menyandera tas Yoon Sung.
Da Hye ingin ke kamar mandi. Eun Ah juga. Ketiganya pergi bersama. Da Hye mengancam jika Yoon Sung pergi, ia tidak akan mengembalikan tas Yoon Sung.
Yoon Sung mengeluh, ia bicara sendiri. Kenapa membiarkan Eun Ah minum kopi itu. Lalu menerima telp dari Shik Joon.
Shik Joon ada di kamar no 3. Yoon Sung mengerti.
Yoon Sung menemui Shik Joon, apa kau sudah beli obat? Shik Joon mengiyakan dan mengganti perban Yoon Sung.
Shik Joon mengeluh, aigoo..bahkan tulangmu juga hancur.
Yoon sung : Tidak apa-apa.
Shik Joon minta Yoon Sung tidak menjalankan misi kali ini. Tapi Yoon Sung tidak bisa. Aku harus melakukannya. Jangan katakan ini pada ayah!
Shik Joon : Sepertinya lebih nyaman saat kita ada di Segitiga Emas.
Yoon Sung ingin membalas untuk kematian ayahnya.
Shik Joon memberikan ID staf TV untuk Yoon Sung.
Da Hye, Nana, Eun Ah ke toilet. Nana berkata akan jaga diluar. Ia minta Eun Ah jaga di dalam.
Da Hye tahu Eun Ah sakit perut dan memintanya ke toilet. Aku tidak apa-apa.
Nana melihat Shik Joon. Ia kaget dan mengenalinya. Orang..orang itu…Bi Man Deok!
Flashback, Nana ada di lokasi kecelakaan Ayahnya dan Shik Joon sedang memberikan keterangan pada polisi.
Nana mengejar Shik Joon.
Karena Nana meninggalkan posnya, dua orang gadis masuk ke toilet dan menyalahkan Presiden karena mereka harus bayar karaoke.
Logikanya : Teman mereka naik kereta bawah tanah karena kemacetan parah yang dipicu oleh demonstrasi rakyat yang tidak puas pada Presiden. Sehingga teman mereka tidak datang dan keduanya akhirnya harus mengeluarkan uang untuk karaoke.
Keduanya saling mengejek, kau memilihnya karena percaya padanya kan?
Da Hye menahan emosinya. Tapi ia marah saat mereka berkata kalau putri Presiden itu tolol dan bahkan tidak bisa membaca.
Kedua gadis itu terus saja bicara dan Da Hye tidak tahan. Ia marah pada mereka. Apa kalian mengenal putri Presiden?
Gadis2 itu kesal. Apalagi saat Da Hye berkata ia putri bungsu Presiden. Mereka tidak percaya.
Eun Ah keluar dan menengahi mereka. Tolong hentikan, ok.
Mereka menuduh keduanya gila. Da hye marah dan memukul salah seorang gadis.
Eun Ah berusaha memisahkan mereka, tapi perutnya sakit lagi. Ia harus segera ke toilet lagi.
Da Hye dan kedua gadis itu benar2 berkelahi, sampai keluar dari toilet.
Perkelahian itu membuat banyak orang tertarik, mereka merekam dan memotret ketiganya.
Nana terus mengejar Shik Joon sampai ke jalan, tapi ia kehilangan jejak. Shik Joon tahu kalau diikuti Nana. Ia sembunyi di balik pilar gedung.
Video itu di-upload ke internet dan membuat Nana serta Eun Ah dimarahi habis2an oleh Kepala Bagian mereka.
Apa ini? Kim Nana, apa kau punya backing? Beraninya kau bertingkah sombong dan meninggalkan posisimu?
Nana minta maaf. Atasannya marah, kau dipuji sedikit saja sudah besar kepala. Senior Kim Jin U, aku tidak tahan melihatnya terbaring di RS.
Apa kau menganggap pekerjaan sebagai pengawal sebagai main-main?
Sekarang video perkelahian Putri Presiden ada di Youtube dan paling dicari. Ini memalukan bagian keamanan.
Hukumannya : Shin Eun Ah, potong gaji satu bulan.
Kim Nana, Potong gaji enam bulan. Skors tanpa gaji selama 2 minggu.
Nana syok, enam bulan? skors..?
Atasannya berkata jika tidak setuju, mengundurkan diri saja.
Yoon Sung bertemu Nana yang tampak terpukul. Yoon Sung berkata ia dengar Nana kena skors, pulang saja dan istirahat. Bersih-bersih rumah, karena lumayan kotor.
Nana marah, Lee Yoon Sung-ssi. Kau jelas tahu bagaimana perasaanku sekarang, ya kan?
Bagaimana kau masih bisa memintaku pergi dan bersih-bersih? Pria sepertimu benar2 yang terburuk. Nana pergi.
Yoon Sung menghela nafas, aku senang kau di-skors. Kau tidak tahu itu.
Nana pulang dan duduk di ayunan apartemen-nya. Ia ingat pria itu..
Flashback, Nana mendekat ke arah Shik Joon yang sedang memberi keterangan ke polisi.
Nana tidak mengerti, ayahnya jelas adalah korban. Tapi kenapa tiba-tiba jadi tersangka dalam insiden ini?
Shik Joon berkata ia mabuk saat itu, jadi tidak melihat jelas. Mobil ayahmu yang tiba2 menabrak mobil lain. Dia mengerem agar tidak menabrak mobil lain.
Nana merasa itu mustahil, Paman! kumohon cobalah untuk mengingat dengan baik! Saat itu kau melihat kecelakaan ayahku kan? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?
Shik Joon : Aku hanya mengatakan fakta, kalau saat itu..aku mabuk, mobil putih menabrak duluan.
Nana marah, tidak seperti itu! Shik Joon teriak, hei! ada orang dewasa yang sedang bicara!
Shik Joon memberikan cap jarinya ke polisi dan pergi. Nana terjatuh dan menangis di lantai.
Shik Joon ada di luar dan memandang Nana dengan perasaan bersalah. Sepertinya ia ditekan untuk mengganti kesaksiannya.
Kembali ke masa kini. Nana yakin itu orang yang sama. Selama ia bisa mendapatkan orang itu, ia bisa menyelidiki ulang kasus kecelakaan itu.
Bi Man Deok, identitasnya juga sudah dihapus. Nana kesal karena disaat harus tugas justru kena skors.
Tiba-tiba Yoon Sung muncul dan melemparkan sapu tangan. Kalau mau menangis, pulang dan menangislah.
Nana marah, ia berdiri dan akan pergi. Yoon Sung menarik tangan Nana dan mengajaknya turun.
Yoon Sung minta Nana masuk mobilnya. Nana ingin tahu mau kemana mereka. Yoon Sung tidak mau mengatakan dan mendorong Nana masuk mobil.
Yoon Sung menjalankan mobil. Nana terus melihat Yoon Sung.
Yoon Sung : Kenapa?
Nana : Kenapa kau baik padaku?
Nana bicara terus, kenapa Yoon Sung selalu baik, sebelum tinggal bersama. Cara bicaramu mengerikan dan kelakuanmu mengesalkan.
Tapi kau membantuku membayar biaya RS ayahku. Membeli rumahku yang dilelang dan mengijinkanku tinggal disitu.
Waktu aku luka, kau bersedia menempelkan plester. Saat aku terkilir kau membawaku ke RS.
Dan seperti sekarang, kau mengajakku jalan-jalan. Benar2 tidak bisa dipercaya.
Yoon Sung minta Nana diam. Ia akan merahasiakan apapun yang dilakukan Nana, terserah kau mau menangis atau teriak atau menghancurkan semuanya. Lakukan yang kau suka sampai hatimu puas.
Yoon Sung teriak2, ia meneriaki Da Hye yang mengesalkannya.
Nana geli dan ikut teriak : Kepala bagian yang menyebalkan, kenapa harus memaki ayahku! Eun Ah yang serakah lalu akibatnya kena diare.
Nana meneriaki Yoon Sung dan mengeluarkan semua kekesalan-nya.
Yoon Sung membalas : Hei Kim Nana! hanya karena kau bisa judo, bukan berarti kau boleh arogan. Kau tidak bisa berkelahi, tapi tetap saja lari kesana sini dengan senjata.
Keduanya ketawa lega. Yoon Sung geli, kau sudah merasa lebih baik?
Nana mengiyakan.
Yoon Sung mengajak Nana ke tempat sepi. Yoon Sung ingin tahu apa benar kalau tampang dan juga kelakuan-nya memang menyebalkan.
Banyak gadis yang ingin melompat melewati rintangan hanya untuk bersamaku. Semuanya antri di stadion Jamsil.
Nana : Benar2 orang brengsek yang tidak terkalahkan di dunia.
Nana merasakan tetesan air, hei..kurasa ini hujan. Yoon Sung membenarkan, yah hujan.
Yoon Sung menekan tutup mobilnya, tapi macet. Ia terus menekan dengan panik. Kenapa bisa macet?
Keduanya panik, dingin! mereka akhirnya basah kuyup kehujanan.
Yoon Sung : Yang benar saja. Apa ini salahku?
Yoon Sung membawa Nana ke rumahnya. Nana berkata seharusnya mereka pulang saja, tapi Yoon Sung berkata kalau apartemen-nya yang terdekat dari tempat mereka tadi.
Lalu ia menyadari kalau Nana mengenakan blus putih. Yoon Sung bisa melihat semuanya dengan jelas karena basah.
Yoon Sung gugup dan melemparkan jaket ke Nana, hei tutupi itu! Mataku terkontaminasi karena kau! Tubuhmu jelek sekali. Yoon Sung langsung pergi.
Nana heran dan ia sadar, lalu panik, apa dia melihatnya?
Yoon Sung memberikan baju ganti untuk Nana. Ia menyuruh Nana membersihkan diri.
Yoon Sung ke atas untuk ganti baju dan mandi juga.
Yoon Sung langsung merawat lukanya. Darahnya masih keluar lumayan banyak.
Yoon Sung minum obat dan juga menyuntik lengannya.
Yoon Sung menahan tangis, ia sebenarnya sangat kesakitan.
Yoon Sung selesai mandi dan turun mencari Nana. Lalu syok dengan pemandangan di depan-nya.
(seperti tidak bisa bernafas hahaha)
Kim Nana berusaha menyalakan kompor untuk memasak ramen. Ia mengenakan kemeja Yoon Sung tanpa celana panjang …
Nana : Lee Yoon Sung…kompornya tidak mendengarkanku.
Yoon Sung : Berhenti melakukan itu.
Yoon Sung mendekati Nana, biar aku saja yang melakukan-nya.
Nana : Kalau begitu aku akan mengambil mangkuk.
Tapi mangkuknya ada di rak atas. Nana terlalu pendek untuk meraihnya. (Bagaimana cara Shik Joon mengambil mangkuk ya..mungkin dia punya tangga hahaha)
Jadi ia loncat2 untuk mengambil mangkuk.
Yoon Sung menoleh dan tampangnya tidak terdefinisikan
Yoon Sung membantu Nana mengambilkan mangkuk, keduanya saling memandang.
Yoon Sung tiba2 jadi kesal. Ia memberikan mangkuk ke Nana : Kau makan saja sendiri. Aku tidak makan.
Yoon Sung pergi. Nana bingung, kita makan bersama..
Nana jalan ke ruang tengah dan duduk di depan TV. Yoon Sung sudah menyiapkan anggur dan buah untuk Nana.
Nana minum anggur sendirian sambil melihat drama. Ia jadi ngantuk dan langsung tertidur di sofa.
Yoon Sung jalan dan melihat Nana tidur. Ia tersenyum geli. Lalu menyelimuti Nana.
Yoon Sung memandangi Nana dan membelai rambutnya.
Yoon Sung mendekat dan ingin mencium Nana. Tiba2 Nana membuka mata. Keduanya kaget. Yoon Sung tidak menarik diri dan tetap akan menunduk.
Nana juga tidak mengelak dan justru memejamkan matanya.
Tiba-tiba ponsel Yoon Sung bunyi…from Daddy %^&#@#!!
Yoon Sung berdiri dan menerimanya, Ya, Ayah.
Jin Pyo mengingatkan : Besok adalah harinya. Apa kau bisa melakukannya?
Yoon Sung mengiyakan. Jangan cemas.
Jin Pyo : Ini kesempatan terakhir. Kita tidak bisa kehilangan kesempatan ini lagi.
Yoon Sung : Ya.
Jin Pyo juga akan membantu Yoon Sung, setelah mendapatkan Seo Yong Hak, kita ketemu di gudang yang dipakai untuk jual beli batu mulia.
Yoon Sung : OK.
Yoon Sung selesai telp dan menoleh sekilas ke Nana : Tidurlah.
Yoon Sung segera masuk ke ruang kerjanya dan mulai menyiapkan untuk misi besok.
Paginya, Yoon Sung mengantar Nana pulang. Keduanya sedikit kikuk, mungkin karena peristiwa di sofa itu
![]()
Nana berterima kasih pada Yoon Sung. Bad mood-nya sudah hilang.
Yoon Sung : Aku mengijinkanmu marah dan kau benar2 memarahiku.
Yoon Sung minta Nana masuk, ia akan pulang terlambat malam ini. Nana tanya apa ia perlu memasak untuk Yoon Sung. Katakan saja kau ingin makan apa.
Yoon Sung : Jangan pakai wortel atau bawang. Siapkan saja daging yang banyak dan tumis sayur campur/Japchae.
Yoon Sung pergi. Nana geli, dasar pria pemakan daging.
Nana dapat telp dari Kepala Bagiannya. Atasan Nana berkata mereka selalu mengalami kesulitan dan tidak bisa melakukan penjagaan tanpa Nana.
Direktur juga setuju, jadi kami akan membatalkan skorsingmu. Bergembiralah dan lakukan yang terbaik.
Nana senang sekali, benarkah? terima kasih, terima kasih Kepala Bagian.
Padahal Yoon sung sudah mati-matian cari cara agar Nana tidak pergi kerja.
Yoon Sung masuk ke stasiun TV (gedungnya seperti gedung sunshine welfare ep awal?) dan berdiri di tengah gedung. Melihat sekeliling.
Yoon Sung menempelkan ID dari paman Shik Joon dan masuk ke dalam. Lolos.
Rombongan Seo Yong Hak juga sudah tiba. Bersama Nana dll. Mereka disambut oleh pembawa acara.
Seo Yong Hak menyalami dan tersenyum pada semua orang. Semua mike dan peralatan audio disiapkan.
Yoon Sung menyusup ke ruang kendali dan mengamati kegiatan di dalamnya. Ia melemparkan gas bius ke dalam ruangan.
Acara Seo Yong Hak dimulai. Pengarah acara berkata ini siaran langsung, jangan diremehkan. Mulai! “Debat Besar Calon Presiden”
Pembawa Acara berkata sekarang kita dengar calon kedua. Calon Presiden dari Partai Nasional Baru Seo Yong Hak.
Seo Yong Hak tersenyum dan memberi salam. Jaksa Kim, Jang Pil Jae datang dan ikut melihat.
Seo : Halo semuanya, aku Seo Yong Hak. Aku mengabdi di militer selama hampir 40 th..dst.
Yoon Sung menutup hidungnya dengan masker dan masuk ke dalam ruang kendali. Seo Yong Hak minta diputarkan video untuk mendukung pidatonya.
Yoon Sung menyabot video itu dan justru memutarkan video rekaman pembicaraan Seo Yong Hak dengan Hodson.
Seo Yong Hak kaget saat melihat video yang diputar. Semua kandidat lain juga kaget, mereka langsung marah-marah.
Seo Yong Hak panik, matikan cepat! Saingan Seo, Anggota Dewan Lee langsung menyerangnya. Capres Seo, apa itu?
Seo Yong Hak teriak : Dengarkan aku, seseorang mencoba menjebakku! Semuanya ini pasti konspirasi politik!
Pers tidak percaya, konspirasi apa?
Seo Yong Hak lari, ia mengajak Nana pergi. Ayo! cepat!
Jaksa Kim langsung memerintah Jang Pil Jae untuk bergerak, City Hunter mungkin ada di sini. Periksa!
Yoon Sung jalan keluar dari ruang kendali. Ia melempar masker gasnya dan mengenakan penutup muka.
Oh Lee Min Ho…kenapa gaya jalanmu keren sekali hahaha…jadi ingat BOF yang pas di tol itu..he’s a natural-born model.
Jaksa Kim jalan ke tangga darurat, ia kaget saat membuka pintu. Ada seorang pria jalan menuruni tangga dengan baju hitam.
Yeong Joo langsung sadar, itu City Hunter!
Yeong Joo menyusul Yoon Sung dan menarik bahunya. Keduanya jatuh bergulingan di tangga lalu berkelahi. Yeong Joo bisa menyudutkan Yoon Sung.
Yoon Sung berkelit dan melepaskan diri. Ia melompati tangga dan lari ke bawah.
Yeong Joo mengejar dan bisa mencekik Yoon Sung. Yeong Joo berusaha membuka topeng Yoon Sung.
Yoon Sung menjauhkan tangan Yeong Joo dan berhasil lolos.
Nana mengawal Seo Yong Hak di koridor, ia ingin membawa Seo ke parkir mobil. Nana mengusulkan untuk mengadakan konferensi pers untuk menjernihkan nama Seo.
Yoon Sung keluar dari pintu darurat lalu jalan mendekat. Seo kaget melihatnya.
Nana menoleh dan langsung siaga. Ia mengarahkan pistol ke Yoon Sung, siapa kau?
Yoon Sung tertegun melihat Nana. Jaksa Kim juga keluar dari pintu yang sama, ia teriak ke Nana : Nana! Tahan Seo Yong Hak!
Nana heran. Seo Yong Hak bergerak cepat. Ia merebut pistol Nana dan mengarahkan pistol ke kepala Nana.
Yoon Sung dan Yeong Joo kaget. Jang Pil Jae bersama polisi melihat dari lantai atas.
Seo : Jangan mendekat. Aku bilang jangan mendekat!
Seo Yong Hak menembakkan pistol ke atas, hampir kena Jang Pil Jae.
Jin Pyo berdiri di bawah dan mendengar suara tembakan. Ia tahu posisi mereka.
Yeong Joo menenangkan Seo, Capres Seo, tolong tenang! Ia menjatuhkan pistolnya.
Nana bergerak, ia memukul Seo Yong Hak. Tapi Seo lebih kuat dan justru melemparkan Nana ke bawah!
Nana berhasil bergantungan di tepi pagar. Seo Yong Hak lari.
Yoon Sung dan Yeong Joo sempat bertukar pandang, lalu keduanya lari. Yeong Joo mengejar Seo Yong Hak.
Yoon Sung meraih tangan Nana. Jin Pyo juga melihat keduanya.
Yoon Sung : Aku akan melindungimu.
Darah mengalir dari lengan Yoon Sung, lukanya mengeluarkan darah lagi.
Nana kaget, lepaskan! Jangan pedulikan aku!
Yoon Sung tetap bertahan memegangi tangan Nana. Ia meringis menahan sakit.
Yoon Sung mati-matian menahan Nana, tidak menghiraukan darah yang semakin banyak keluar dari lukanya.
Tangan Yoon Sung semakin licin karena basah oleh darah. Yoon Sung mengerahkan kekuatan-nya dan mengulurkan tangan satunya, lalu menarik Nana dengan dua tangan.
Nana menjatuhi Yoon Sung. Yoon Sung bergegas bangkit dan mau lari. Nana menghentikan Yoon Sung.
Nana : Tunggu, kau yang sudah menyelamatkanku dari sniper malam itu, ya kan?
Yoon Sung tertegun, tapi tidak menjawab dan langsung melarikan diri.
Seo Yong Hak melarikan diri. Yeong Joo mengejarnya. Yeong Joo lari melewati pintu berputar dan Kim Sang Gook menutupnya sehingga Yeong Joo terperangkap.
Yeong Joo tidak bisa mengejar Seo Yong Hak yang sudah lari sampai ke jalan.
Seo Yong Hak berhasil lari ke parkir mobil bawah tanah (ini sesuai diskusi Shik Joon, Jin Pyo dan Yoon Sung sebelumnya) dan membajak mobil. Seo Yong Hak berusaha masuk, tapi tiba-tiba tongkat Jin Pyo menahan dan melumpuhkan Seo.
Jin Pyo menekankan tongkat itu ke Seo. Seo tidak bisa meraih pistolnya.
Jin Pyo menarik gagang tongkat, ternyata tongkat Jin Pyo adalah pedang! whoa! Jin Pyo ini mengerikan tapi keren.
Seo tidak bisa berkutik, ia ketakutan karena Jin Pyo seperti akan mencungkil matanya.
Yoon Sung menyusul dan Jin Pyo kesal melihatnya, benar-benar tidak berguna. Shik Joon muncul dengan mobil yang mengangkut mereka berempat meninggalkan tempat itu ke gudang.
Jaksa Kim datang terlambat. Jang Pil Jae bingung, apa yang harus kita lakukan sekarang?
Yeong Joo : Jangan khawatir, saat kami berkelahi tadi, aku memasangkan GPS pada City Hunter.
Keduanya segera masuk mobil dan mengejar mobil Shik Joon dengan panduan GPS dari ponsel Yeong Joo bersama polisi.
Yoon Sung, Jin Pyo, Shik Joon membawa Seo Yong Hak ke gudang kosong. Jin Pyo memarahi Yoon Sung karena menyelamatkan Nana. Kau seharusnya menangkap Seo Yong Hak setelah membunuh wanita itu!
Shik Joon mengingatkan untuk segera menyelesaikan urusan mereka. Karena tidak banyak waktu lagi.
Jin Pyo menginterograsi Seo Yong Hak dengan cara mengancamnya. Seo diikat dikursi. Jin Pyo mengeluarkan semua peluru dari pistol, meninggalkan satu peluru di dalamnya.
Jin Pyo mengarahkan pistol ke Seo Yong Hak dan tanya mengenai orang-orang dibalik rencana sapu bersih th 1983.
Seo Yong Hak : Jadi ini benar tentang sapu bersih itu..
Jin Pyo mengokang pistol : Kau akan mendapat balasanmu, siapa mereka?
Seo Yong Hak minta maaf atas kejadian waktu itu, ia mengerti kalau Jin Pyo ingin balas dendam. Baik, aku akan bicara tapi..bawa aku ke tempat aman.
Jin Pyo jadi muak, karena Seo Yong Hak bahkan bersedia menghianati rekannya demi keselamatan sendiri, ia mengokang pistolnya lagi…klik. Fiuh..bikin jantungan juga.
Suara sirene mendekat tapi Jin Pyo tetap ingin jawaban, siapa ? Jin Pyo mengokang sekali ..klik!
Sekarang kalau dikokang sekali lagi berarti itu pelurunya. Seo Yong Hak panik dan Jin Pyo dengan dingin mengokang sekali lagi..Seo tidak menunggu pelatuknya ditekan, ia langsung buka mulut, Kim Jong Shik! Mantan Menteri Pendidikan.
Jin Pyo tidak peduli dengan suara sirene : Kim Jong Shik, siapa lagi?
Tapi Shik Joon gelisah, ia langsung tukar pandang dengan Yoon Sung dan beraksi. Shik Joon minta maaf sebelumnya dan langsung melempar granat bius.
Yoon Sung dan Shik Joon sudah siap dengan masker.
Jin Pyo, Sang Gook pusing. Jin Pyo menembak tapi meleset dan ketiga pria itu pingsan.
Polisi bersama Jaksa Kim sudah datang. Mereka masuk setelah mendengar tembakan. Tapi gudang sudah kosong. Mereka kaget. Sakti bener…
Hanya ada bekas-bekasnya saja. Seperti pistol, juga GPS itu.
Jaksa Kim mendapat telp. Ternyata dari Yoon Sung, ia mengemudikan ambulance.
Yoon Sung : Aku mengirim Seo Yong Hak sekarang. (ke Kantor Polisi)
Yeong Joo : Apa sebenarnya yang ingin kau lakukan?
Yoon Sung : Mengapa aku membawa Seo Yong Hak ke gudang? Pikirkan ini sebagai PRmu.
Yeong Joo kesal. Jang menemukan jaket Yoon Sung yang harum parfum Chanel hahaha….
Jang tahu itu jaket bermerk dan mahal. Jaksa Kim memerintah Jang untuk segera mengecek merk jaket dan juga parfumnya.
Yoon Sung membawa Seo Yong Hak (yang diikat diatas tempat tidur dorong) di depan Kantor Polisi. Lalu pergi.
Tidak lama, mobil Jaksa Kim datang. Ia keluar dan melihat Seo Yong Hak. Di kertas pesan tertulis : Untuk Jaksa Kim Yeong Joo.
Yeong Joo hanya menghela nafas kesal. Apalagi saat rombongan reporter juga mendekat. Sepertinya sudah ditelp oleh Yoon Sung juga.
Yeong Joo melihat tag-name militer lagi di leher Seo Yong Hak.
Seo Yong Hak sebenarnya sudah sadar, tapi ia pura2 pingsan karena malu.
Jaksa Kim minta polisi memeriksa ambulance yang dicuri.
Sementara itu Shik Joon membawa Jin Pyo pulang dan menunggu Boss besar sadar.
Jin Pyo sadar dan heran, kenapa aku disini? Dimana Seo Yong Hak?
Shik Joon diam saja. Jin Pyo tahu ini perbuatan Yoon Sung. Shik Joon membenarkan dan berkata kalau Seo Yong Hak dibawa ke polisi.
Jin Pyo murka dan menghantam Shik Joon.
Mobil Ambulance itu ditemukan di tepi sungai oleh Polisi, tapi sudah kosong.
Yoon Sung dalam perjalanan dan ia melihat Jin Pyo telp. Yoon Sung ragu menyalakan telp, tapi akhirnya dinyalakan juga.
Jin Pyo murka, apa sebenarnya yang kau lakukan! Kau benar2 tidak patuh dengan ayahmu!
Yoon Sung : Tolong mengerti. Ini demi kita.
Jin Pyo mana mau mengerti. Jin Pyo menarik Shik Joon agar Yoon Sung melihat kondisinya yang babak belur.
Yoon Sung kaget, paman! apa yang terjadi padamu?
Jin Pyo mengancam, kalau Yoon Sung memberontak, ia hanya akan menyakiti orang2 di sekitarnya.
Yoon Sung langsung ngebut ke rumah Jin Pyo.
Kim Sang Gook mencoba menahan Yoon Sung. Yoon Sung tidak peduli dan menyerbu masuk. Sang Gook menghalangi Yoon Sung.
Yoon Sung memukuli Sang gook berkali-kali. Sang Gook ini sepertinya hanya menghalangi, ia sama sekali tidak serius memukul Yoon Sung.
Yoon Sung menyeret Sang gook ke dalam dan melemparnya ke depan Jin Pyo. Sang Gook juga babak belur.
Yoon Sung mendekati Shik Joon : Paman!
Jin Pyo marah dan memukul Yoon Sung, berani sekali kau mengubah rencana jadi berantakan! Tapi kali ini, tongkat Jin Pyo ditahan Yoon Sung.
Shik Joon dan Sang Gook menahan nafas.
Jin Pyo : Kau punya kesempatan sempurna untuk membunuhnya! Kenapa kau mengirimnya ke Jaksa?
Yoon Sung teriak : Karena aku tidak mau menciptakan orang sepertiku! (yang dibesarkan dengan dendam)
Jika bukan karena 5 orang itu, aku pasti akan tumbuh seperti orang lain, dalam asuhan orang tuaku, hidup seperti biasa.
Aku ingin membunuh kelima orang itu lebih dari siapapun. Tapi, darah untuk darah, ini harus dihentikan. Kalau masalah ini sudah selesai, aku masih ingin hidup bahagia dengan ayah. Hidup dalam kehidupan yang baru.
Jin Pyo : Meskipun aku harus ke neraka, aku akan mengejar dan membunuh mereka. Apa kau masih mau melawanku? Jawab aku!
Yoon Sung : Ya. Karena itu adalah balas dendamku.
Jin Pyo : Meskipun kau harus melawanku?
Yoon Sung : Meskipun itu menakutkan..jangan menyentuh mereka yang kusayangi. Aku akan melindungi mereka. Termasuk kau, Ayah.
Yoon Sung membantu Shik Joon berdiri dan membawanya pergi. Setelah mereka keluar, Jin Pyo minta Sang Gook memeriksa pengawal wanita yang diselamatkan Yoon Sung.
Jin Pyo : Cari tahu siapa dia.
Ada yang aneh dengan editan drama ini. Waktu Yoon Sung membawa Shik Joon keluar, wajahnya Sang Gook bersih, tidak ada bekas luka.
Padahal adegan sebelum dan sesudahnya wajah Sang Gook babak belur hahaha…yah mungkin karena kejar tayang. Abaikan saja
Nana mendapat perawatan di RS dan polisi tanya apa Nana melihat wajah City Hunter.
Nana berkata tidak, dia sangat tinggi dan aku hanya melihat matanya saja.
Polisi tanya, mata seperti apa.
Nana : Ada lipatan mata, mata..
Lalu Nana ingat mata City Hunter dan membandingkan dengan mata Yoon Sung saat hampir menciumnya waktu itu. Nana terkesiap.
Polisi tanya sekali lagi, tapi Nana berkata ia tidak yakin dan terlalu takut untuk mengingatnya. Polisi itu mengerti dan minta Nana istirahat saja.
Yoon Sung dibawa pulang oleh Shik Joon. Ia minta maaf karena Shik joon harus kena pukul karena dirinya.
Shik Joon minta Yoon sung jangan terlalu cemas. Bagaimanapun Kapten itu masih manusia, dia tidak akan membunuhku.
Shik Joon mencemaskan luka di punggung Yoon Sung. Yoon Sung justru menanyakan Nana. Shik Joon tidak tahu karena belum mengeceknya.
Yoon Sung bangkit dan berkata akan melihat Nana. Tapi justru jatuh pingsan karena kelelahan.
Shik Joon panik, Yoon Sung! Yoon sung! anak nakal! apa yang harus kulakukan?
Soo Hee melihat berita ditangkapnya Seo Yong Hak di TV. Ia melihat Jaksa Kim membawa Seo Yong Hak. Soo Hee mendengus, orang seperti ini yang akan jadi Presiden?
Lalu ia mendengar orang masuk.
Soo Hee menoleh, selamat datang. Ia tertegun, Shik Joon masuk dalam kondisi babak belur.
Shik Joon tanya apa Soo Hee kenal Lee Yoon Sung.
Shik Joon membawa Soo Hee ke rumah dan Soo hee langsung merawat Yoon Sung.
Soo Hee terpesona, ini benar rumahmu?
Yoon Sung tersenyum dan menghela nafas, kau tahu satu lagi rahasiaku. Ini berarti kau ada dalam bahaya, Soo Hee.
Soo Hee : Aku senang karena kau cukup percaya padaku dan memintaku datang.
Soo Hee ketawa, apa aku aneh?
Soo Hee berkata Yoon Sung akan sangat mengantuk karena ia menyuntik anestesi dibahunya untuk menghilangkan bengkak.
Yoon Sung tertidur. Lalu ia bangun dan hal pertama yang ditanyakan adalah Nana.
Shik Joon berkata ia sudah memeriksa dan Nana pergi ke RS untuk luka di sendi. Lukanya juga tidak serius. Yoon Sung lega. Shik Joon minta Yoon Sung makan.
Yoon Sung berkata sepertinya ia harus keluar dari rumah Nana. Demi keselamatan Nana. Yoon Sung tidak tahu apa yang akan dilakukan Ayahnya pada Nana.
Shik Joon menghiburnya, tidak akan..lalu ia tanya, apa kau..jatuh cinta dengan Nana? itukah mengapa kau tidak menangkap Capres Seo Yong Hak tapi menyelamatkan Nana?
Shik Joon : Jika terjadi hal yang sama di masa depan, kau tetap akan menyelamatkan Nana, ya kan?
Yoon Sung membuang muka, aku tidak tahu! Aku tidak tahu! aku hanya cemas kalau sesuatu terjadi pada Nana.
Shik Joon menyesal, ia minta maaf. Kalau saja ia tidak mempercayakan Nana pada Yoon Sung, ini tidak akan terjadi.
Ponsel Yoon Sung bunyi, dari Kim Nana.
Yoon Sung mengangkatnya dan Nana ingin tahu dimana Yoon Sung berada.
Yoon Sung berkata sedang sibuk dan akan menutup telpnya. Nana tanya apa Yoon Sung baik-baik saja.
Yoon Sung berkata ia tidak apa-apa.
Nana menceritakan kejadian hari ini, tentang Capres Seo Yong Hak, tapi Yoon Sung memotongnya. Aku sibuk sekali.
Setelah telp ditutup, Nana bersiap tidur dan Yoon Sung juga tidur.
Yoon Sung mimpi buruk lagi. Ia memegangi tangan Nana, tapi karena darah yang keluar dari lukanya terlalu banyak, tangan Yoon Sung jadi licin dan tangan Nana terlepas.
Yoon Sung syok dan berusaha meraih Nana. Nana jatuh ke lantai dasar dan meninggal. Ugh suaranya..ngeri.
Yoon Sung terbangun tiba-tiba. Shik Joon juga kaget, ada apa? Ada apa?
Yoon Sung mencabut infusnya dan pergi, aku tidak bisa seperti ini. Aku mencemaskan Nana.
Shik Joon mengejar Yoon Sung, Apa kau gila, bagaimana kondisimu sekarang?
Yoon Sung berkata akan melihat Nana untuk terakhir kalinya. Ia pergi tanpa mempedulikan Shik Joon.
Nana juga tidak bisa tidur dan naik ke atap. Ia duduk di ayunan.
Nana bicara sendiri : Aku merindukannya. Aku cemas.
Tiba-tiba Yoon sung muncul, hey Kim Nana. Ia marah, apa kau tahu jam berapa ini? Ini sudah jam 2 pagi!
Yoon Sung : Kau bahkan tidak mengunci pintu sebelum mandi. Kau berani pergi keluar malam-malam hanya karena kau menguasai sedikit judo.
Nana membalasnya, Apa kau pikir aku suka pergi keluar di tengah malam. Aku cemas dan tidak bisa tidur juga. Aku hanya bisa keluar dan ceri udara segar.
Apa kau tidak bisa pulang lebih cepat agar aku tidak cemas?
Nana hampir menangis, kau membuatku marah dan cemas saat kau tidak mengangkat telpmu. Siapa yang membuatku keluar malam2 seperti ini? Mengapa kau selalu melakukan ini padaku?
Yoon Sung langsung mendekati Nana dan menciumnya. Lahirlah light bulp kiss itu.
Kali ini Nana tidak membanting Yoon Sung
Yoon Sung memeluk Nana dan berpesan, Jangan keluar rumah hanya karena kau tidak bisa tidur di tengah malam. Kau harus mengunci pintu juga.
Jangan terlalu yakin dengan dirimu sendiri meskipun kau hebat dalam judo. Waspadalah dengan orang asing. Jangan hanya makan kimchi karena kau menyukainya.
Jangan hanya mempedulikan Blackie, kau harus peduli dengan dirimu sendiri juga.
Yoon Sung : Kopi buatanmu benar2 sangat enak.
Nana : Apa kau mau kopi?
Yoon Sung : Ya.
Nana minta Yoon Sung menunggu dan pergi ke dalam untuk membuat kopi.
Darimana Nana dapat cangkir kertas dengan merk kopi segitu banyak? memang Nana jualan kopi? haha..iklan..iklan.
Nana kembali ke atas dan tidak menemukan Yoon Sung. Hanya jaketnya saja yang tertinggal (hobi banget meninggalkan jaket).
Nana duduk di ayunan dan mencoba telp Yoon Sung.
Yoon Sung dalam perjalanan pulang, ia mendengar telpnya, tapi tidak diangkat. Yoon Sung bicara sendiri, aku pasti akan melindungimu. Hanya ini satu-satunya cara.
Nana tidak bisa menghubungi Yoon Sung.
Paginya, Soo Hee mengecek suhu Yoon Sung dan lega karena Yoon Sung cepat sembuh. Sepertinya aku ini dokter yang bagus.
Yoon Sung : Paman akan mengantarmu pulang.
Soo hee : Apa kau mengusirku tanpa sarapan dulu? Kau ini pelit sekali.
Shik Joon masuk dan berkata, Dokter cantik, aku sudah masak sup yang enak, kita makan bersama ya?
Yoon Sung juga tersenyum.
Soo Hee tanya apa hubungan Yoon Sung dengan Kim Jong Shik. Karena ia dengar Yoon Sung menyebut nama Kim Jong Shik saat tidur.
Yoon sung dan Shik Joon terdiam.
Soo Hee : Aku tidak tahu apa City Hunter tahu tentang ini, tapi putra Kim Jong Shik yang lulus dari universitas terkenal adalah Jaksa Kim Yeong Joo.
Yoon Sung dan Shik Joon syok. Oh Soo Hee…you’re rock!
Jin Pyo juga kaget, putra Kim Jong Shik adalah Jaksa Kim Yeong Joo?
Sang Gook membenarkan. Kudengar hubungan mereka buruk dan Jaksa Kim merahasiakan hubungan mereka di kantor.
Jin Pyo berkata bagaimanapun buruknya, mereka tetap ayah dan anak. “Lengan selalu tertekuk kedalam” artinya hubungan keluarga adalah yang utama.
Yoon Sung juga stres, apa aku sudah melakukan kesalahan? apa kita mengirim domba ke mulut harimau?
Shik Joon juga bingung, siapa yang bisa membayangkan kalau Jaksa Kim adalah putra Kim Jong Shik? dunia ini benar2 kecil.
Yoon Sung menyesal, ia seharusnya tahu hal ini lebih cepat. Apa yang kulakukan?
Shik Joon menghiburnya, jangan berpikir seperti itu. Sepertinya Jaksa itu benar2 bisa dipercaya. Kau sudah melakukan yang terbaik, tidak salah.
Telp bunyi. Yoon Sung tahu itu ayahnya. Jin Pyo tanya apa Yoon Sung mengetahuinya.
Jin Pyo : Kau menyerahkan nasib lima orang itu ke putranya. Melihat ekspresimu, kau pasti sudah tahu.
Kim Jong Shik. Juga Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak yang kau kirim padanya, mereka akan mati di tanganku.
Nana kena marah habis-habisan oleh Kepala bagiannya. Sebagai pengawal, kau membiarkan pistolmu direbut dan kau dijadikan sandera? Kau bahkan minta dipanggil sebagai pengawal?
Nana minta maaf, ia tidak menyangka kalau Capres Seo akan melakukan itu padanya. Ini pertama kali terjadi padanya.
Kepala Bagian tidak mau tahu lagi, ia sudah kena tegur dan minta Nana memasukkan surat pengunduran diri. Nana dipecat.
Nana membereskan barang-barangnya. Eun Ah protes, ini tidak masuk akal! Kenapa Pengawal Kim harus dihukum seperti ini?
Nana diam saja dan terus mengemas barang2nya.
Nana bertemu Yoon Sung di halaman Blue House, Lee Yoon Sung.
Yoon Sung menatap Nana sebentar, lalu jalan pergi tanpa bicara. Nana memanggilnya, tunggu! Yoon Sung tetap jalan tanpa menoleh.
Jaksa Kim memanggil Nana dan ia ingin tahu kondisi Nana. Nana berkata ia sudah tidak apa-apa.
Yeong Joo ingin tanya apa Nana masih ingat orang yang menolongnya waktu itu. Nana mengiyakan.
Yeong Joo : Apa kau melihat wajahnya?
Nana : Tidak. Hanya matanya.
Yeong Joo : Bukankah matanya kelihatan familiar?
Nana memegang erat tali kotaknya dan berkata tidak yakin, apa kau merasa ia familiar?
Jaksa Kim membenarkan. Kami sekarang memeriksa darah tersangka yang tertinggal saat kampanye dan yang kemarin. Kami hanya tinggal menunggu hasilnya. Lalu apa dia memang orang yang sama.
Yeong Joo melihat isi kardus milik Nana dan melihat mainan Pororo itu (lama-lama gua mau cari mainan ini haha).
Yeong Joo tanya apa ini mainan Nana.
Nana : Tidak, ini milik Lee Yoon Sung…Lee Yoon Sung memberikannya padaku.
Yeong Joo ingat ia melihat mainan yang sama di rumah Jin Pyo.
Yoon sung juga mendengar percakapan mereka.
Seo Yong Hak dibawa ke Kejaksaan. Media dan banyak orang mengerumuninya.
Tiba-tiba beberapa wanita melemparkan telur ke arah Seo yong Hak. Wanita itu menangis, suamiku meninggal karena kecelakaan helikopter!
Wanita itu histeris : Suamiku meninggal! Ini semua karena kau! Kembalikan suamiku! Pria jahat!
Ia terus melempar telur dan sampah ke arah Seo Yong Hak. Diikuti oleh banyak orang, ada yang melempar tepung dll.
Seo Yong Hak hanya bisa menunduk malu. Ia jalan terus.
Seo dibawa menghadap Yeong Joo. Yeong Joo tanya apa Seo menyuap supplier untuk menurunkan standar kualitas dari sepatu boot itu?
Seo mengiyakan. Juga kalau dia menyuap anggota dewan Lee Kyung Wan dari Departemen Pertahanan.
Yeong Joo : Kau bahkan tahu ada kelemahan dalam pesawat produksi Mars dari Amerika dan kau tetap membelinya?
Yeong Joo menunjukkan surat, ada yang menulis surat mengenai suap Capres Seo dan sangat akurat. Apa kau tahu siapa informannya?
Seo kesal, bagaimana aku bisa tahu?
Yeong Joo : Ok, kita mulai dari awal, kau memperlakukan pengawal sebagai sandera dan terlibat percobaan pembunuhan. Benar kan?
Seo Yong Hak mengakui semuanya. Biarkan aku pergi ke penjara yang aman.
Yeong Joo bingung, apa? Seo Yong Hak berkata, orang itu City Hunter atau siapapun dia. Dia mungkin tidak akan mengejarku disana dan membunuhku, benar kan?
Seo : Lakukan yang kau inginkan. Aku akan, akan menerima semuanya!
Jang Pil Jae masuk dan lapor kalau sidik jari di surat itu ternyata milik Lee Kyung Wan. (ha!)
Seo Yong Hak marah saat mendengarnya, ia pikir Lee menghianatinya.
Yeong Joo sepertinya tidak begitu percaya. Ia tanya satu hal lagi, yaitu kalung militer yang ia temukan di leher Seo Yong Hak.
Kalung itu sama dengan yang ditemukan di leher Lee Kyung Wan waktu itu.
Yeong Joo : Juga pada Oktober 1983. Ada pasukan khusus yang keberadaan-nya tidak diketahui, jika kau punya informasi tentang itu, tolong beritahu kami.
Seo yong Hak bimbang, ia berpikir waktu itu 21 orang meninggal. Bahkan Presiden juga terlibat. Apa aku harus mengatakan segalanya?
Tapi Seo Yong Hak memutuskan untuk tetap bungkam, aku tidak yakin tentang itu.
Yeong Joo : Apa benar kau tidak tahu?
Seo marah, aku tidak tahu! Yeong Joo mengerti dan mengakhiri penyelidikan.
Jang masuk dan lapor kalau mereka tidak bisa mengakses data militer sampai th 2030.
Yeong Joo mengeluh, tidak ada kemajuan. Tidak ada kemajuan. Apa tidak ada cara untuk mengetahuinya?
Jang : Tunggu sampai th 2030.
Yeong Joo memutuskan menemui Presiden.
Presiden sedang menghadiri acara internal Militer. Acara pemberian penghargaan untuk prajurit Go Ki Uk yang sudah kehilangan kakinya dalam tugas militer.
Ki Huk akan mendapat penghargaan sebagai pensiunan militer Korea Selatan yang terhormat.
Ki Huk berdiri dan memberikan sambutan : Terima kasih.
Setiap malam, saat aku berjaga, aku akan selalu berkomitmen pada tugasku.
Ibu, Aku akan berjaga setiap malam. Kau bisa tidur dengan nyenyak.
Lalu ia berkata pada pacarnya, Mi Sun, oppa sekarang sedang berjaga. Jangan pindah ke lain hati.
Ini membuat semua tertawa geli, termasuk City Hunter.
Ki Huk : Ini adalah impianku. Meskipun…aku kehilangan kakiku dan jadi seperti ini. Aku tidak pernah menyesal bergabung dalam militer. Meskipun aku ingin hidup dalam kehidupan militer yang heroik, waktu itu sangat singkat.
Aku harus pensiun sebelum aku tumbuh menjadi tentara yang berani. Ini yang paling kusesali.
Jika bukan karena City Hunter, kita akan membiarkan penjahat yang memberikan sepatu boot jelek itu dipilih menjadi Presiden.
Orang-orang muda, sekarang menggunakan masa muda mereka untuk menjaga negeri ini. Semua politisi, jangan hanya berpikir mengirim putra orang lain satu per satu masuk militer. Aku harap kalian semua bisa melindungi hidup pemuda Korea Selatan kita.
Kumohon.
Lalu Ki Huk memberi hormat.
Serentak, Presiden Choi, para jenderal, semua tentara berdiri dan membalas hormat Ki Huk. Merinding juga..
Termasuk Lee Yoon Sung. Cocok juga dia jadi tentara.
Sudah siap masuk wamil, Lee Min Ho?
Setelah acara, semua orang menyalami Ki Huk. Presiden Choi juga beramah tamah dengan para jenderal.
Presiden, saya disini menyalami anda, kata seorang jenderal. Presiden menoleh dan tertawa, apa kabar? Lama tidak melihatmu.
Tiba-tiba Presiden melihat sesosok tentara (seragamnya mirip Kopasus?) yang menatap tajam ke arahnya. Orang itu Lee Jin Pyo!
Presiden syok. Ia ingin melihat lebih jelas lagi, tapi Jin Pyo sudah hilang. Entah benar2 Jin pyo atau hanya halusinasi Presiden saja.
Jaksa Kim dan Jang Pil Jae datang. Keduanya mendekati Presiden dan ingin minta waktu bicara. Yoon Sung melihat Yeong Joo dan ia jalan keluar.
Presiden mengenal Yeong Joo, kau putra Kim Jong Shik. Mengapa kau kesini? Ini bukan acara yang terbuka untuk umum.
Yeong Joo minta ijin membuka file militer. Dia tidak bisa menunggu sampai th 2030. Yeong Joo menyebutkan peristiwa Oktober 1983 dan memohon Presiden memberikan ijin permintaan-nya mengungkap informasi itu.
Yeong Joo berkata kalau Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak pasti berkaitan dengan peristiwa ini. Jika mereka tidak mengungkapnya, maka penyelidikan tentang City Hunter akan sia-sia dan tidak akan terungkap.
Presiden berkata ia tidak bisa memutuskan sendiri dan akan membahasnya dengan departemen terkait.
Yeong Joo membungkuk, terima kasih. Saya berharap bisa mendapat kabar secepatnya.
Presiden dan rombongan pergi. Jaksa Kim keluar dan melihat Yoon Sung.
Yoon Sung sedang bicara dengan Ki Huk dan juga Mi Sun. Yoon Sung minta Ki Huk dan Mi Sun pergi dulu.
Yeong Joo heran, sedang apa Yoon Sung disini.
Yoon Sung : Aku mengucapkan selamat untuk adik temanku.
Yeong Joo : Apa mungkin kau kenal dengan orang bernama Steve Lee dari Amerika? Dia menguasai operasi peternakan rusa Wyoming.
Yoon Sung : Steve Lee? Tidak, aku tidak mengenalnya.
Yoon Sung memberi alasan sibuk dan segera pergi meninggalkan Jaksa Kim.
Staf Blue House latihan lagi. Eun Ah melampiaskan emosinya dan terus menyiksa Ki Joon.
Ki Joon mengerang, ini jelas-jelas penyiksaan.
Eun Ah tidak bisa dilawan, jangan bicara, kau sebaiknya mengikuti perintahku, ok?
Ki Joon dibanting, dibanting, dibanting dan dibanting.
Sementara itu, Yoon Sung dilatih oleh Kepala Bagian. Ia menggantikan Kim Nana untuk sementara.
Yoon Sung diam saja, wajahnya sedikit pucat, jadi Kepala Bagian tanya apa Yoon Sung baik2 saja. Kau terlihat tidak nyaman.
Yoon Sung : Tidak. Sepertinya pencernaanku. Berapa lama sementara itu?
Kepala bagian berkata mungkin Nana tidak akan kembali kerja. Ini karena dia bisa dijadikan sandera oleh Seo. Pengawal tidak boleh seperti itu.
Yoon Sung membela Nana, ia sudah mempertaruhkan nyawanya dan melakukan yang terbaik. Apa itu tidak keterlaluan?
Kepala Bagian heran, kenapa sepertinya kau tahu kejadiannya?
Yoon Sung : Aku melihatnya dari berita.
Kepala Bagian ingin melatih (baca = membanting) Yoon Sung, tapi Yoon Sung tidak bergerak. Justru secepat kilat membanting Kepala Bagian.
Semua kaget, Eun ah langsung lari mendekat, Kepala Bagian!
Ki Joon nyengir lebar.
Yoon Sung : Ini yang kupelajari dari pengawal Kim Nana.
Yoon Sung kembali kerja. Ki Joon mendekat dan mau pinjam USB yang berisi database nasional.
Yoon Sung membuka laci dan memberikan USBnya. Ki Joon melihat ada tas dan komen, ah apa itu hadiah untuk seorang gadis?
Ki Joon menggoda Yoon Sung, untuk siapa? Pacar? Apa kau ikut jejaring sosial? atau kau dugem? Ceritakan padaku. Bibirku terkunci rapat.
Yoon Sung tidak menjawabnya, hanya berkata kalau bibir Ki Joon memang rapat dan tebal.
Yoon Sung mengeluarkan tas itu dan menghela nafas. Jelas itu untuk Nana.
Nana telp. Yoon Sung mengangkat dan berkata ia sibuk.
Nana kelihatan salah tingkah. Lalu kamera jalan ke arah..Lee Jin Pyo.
Jin pyo mengambil ponsel Nana, apa kau sesibuk itu?
Yoon Sung membeku saat mendengar suara ayahnya.
Jin Pyo menutup telp dan memberikannya ke Nana. Yoon Sung langsung kabur dari kantor, tanpa minta ijin pada Kepala Bagian-nya.
Yoon Sung langsung ngebut ke rumah Nana. Ia menggigit bibir karena cemas.
Di rumah, Jin Pyo minum teh bersama Nana. Jadi kau adalah anggota pengawal Presiden? Dan kau mewarisi pekerjaan Ayahmu?
Nana : Ya. Tidak semua orang bisa bekerja di tempat seperti itu. Untuk terus ada dalam misi besar.
Jin Pyo melihat kalung peluru di leher Nana, kalung itu menarik sekali.
Nana mengambil kalungnya, oh ini? Saya ada di tempat kejadian saat terjadi insiden sniper dan saat itu seseorang menyelamatkan saya lalu menjatuhkan ini.
Jin Pyo : Orang itu City Hunter, ya kan?
Nana berkata ia tidak yakin. Tapi jika anda kesini karena salah paham dengan hubungan antara Yoon Sung dan saya…
Nana belum selesai bicara ketika tiba-tiba Yoon Sung menyerbu masuk, Ayah!
Nana terkejut, Yoon Sung. Yoon Sung kelihatan panik sekali. Yoon sung mengepalkan tangannya yang gemetaran.
Jin Pyo menyapa Yoon Sung dengan hangat, kau sudah datang.
Jin Pyo dan Yoon sung jalan keluar. Jin Pyo marah, kalian tinggal bersama. Apa kau mencintai gadis itu?
Yoon Sung tertegun, ia langsung menjawab dengan keras, tidak. Aku tidak mencintainya.
Jin Pyo tahu kalau itu tidak benar, negatif yang kuat berarti positif. Kau adalah orang yang menyelamatkan gadis itu dan mencampuri rencanaku membunuh Seo Yong Hak.
Jin Pyo : Benar2 pria bodoh. Aku sudah bilang jangan jatuh cinta. Ingat ini baik-baik. Gadis itu mungkin bisa mati karena kau.
Jin Pyo jalan pergi. Nana menyusul keluar, dia sudah pulang?
Nana berkata kalau tadi ia berencana menjelaskan hubungan mereka. Aku akan mengatakan segalanya padanya.
Yoon Sung dengan dingin berkata kalau Nana tidak perlu mencemaskan hal itu. Nana berkata ia takut membuat malu Yoon Sung.
Yoon Sung : Aku selalu punya masalah dengan wanita, ayahku sudah lama berhenti mencemaskan hal itu.
Yoon Sung pulang dan berkata pada Shik Joon kalau ayahnya menemui Nana. Shik Joon kaget sekali. Yoon Sung berkata ayahnya ingin ia membunuh Kim Jong Shik secepatnya.
Yoon Sung takut sesuatu terjadi pada Nana dan ia akan keluar dari rumah Nana besok pagi.
Shik Joon menyesal, karena aku..Nana jadi begini..apa yang harus kulakukan?
Yoon Sung menunduk dan menemukan anting Nana di bawah sofa.
Shik Joon membawakan obat untuk Yoon Sung dan Yoon Sung berkata ia sudah melakukan hack pada komputer sekretaris Kim Jong Shik. Sekarang Kim tidak di Korea tapi di Jenewa.
Yoon Sung berkata mereka harus menyelidiki kejahatan yang mungkin dilakukan Kim Jong Shik, tapi jika tidak ada apapun..
Shik Joon berkata pasti akan ada. Jelas akan ada.
Yoon Sung : Paman, bagaimana kau tahu?
Shik Joon tidak menjelaskan, ia hanya berkata kalau ada masalah, pasti akan ada! Kenapa tanya-tanya?
Shik Joon menyuruh Yoon Sung minum obat dan jalan pergi.
Yoon Sung mengamati anting Nana dan reflek menulis sms, bawakan aku kopi..Lalu sadar dan menghapus smsnya.
Nana kerja paruh waktu di coffee shop. Da Hye dan Eun ah menemuinya. Mereka berkata Nana belum tentu dikeluarkan tapi kenapa kembali kerja paruh waktu?
Nana tidak punya pilihan. Bagaimana jika aku benar2 dipecat?
Da Hye mengusulkan, katakan saja itu karena faktor yang tidak terhindarkan.
Nana heran, wah kenapa aku tidak memikirkan itu? Da Hye, kau lumayan pintar! Aku akan mencoba bicara dengan Kepala Bagian.
Nana tanya tentang les Da Hye. Da Hye berkata waktu belajar itu sama dengan penyiksaan! dan memandang matanya yang berkilau, jika aku harus membaca lagi dari bab awal. Taruhan leherku pasti akan disangga.
Nana bercanda, kalau begitu ganti ke Go Ki Joon saja. Da Hye kesal, apa kau mau aku langsung tidur?
Eun Ah tidak terima, apa salahnya dengan Go Ki joon? dia lumayan tinggi!
Da Hye : Dia hanya tinggi saja. (tanpa magnet seperti Lee Yoon Sung hahaha)
Yoon Sung menyuruh Shik Joon mengemasi barang2nya, ia turun ke klinik Soo Hee untuk mendapat perawatan.
Jang Pil Jae menghadap Jaksa Kim, Ini adalah barang2 yang ditinggalkan City Hunter. Barang2 ini belum diimpor negara kita.
Jang berkata kalau parfum yang ada di jaket ini juga parfum edisi terbatas dan ia memberikan nama2 orang yang memesan parfum ini.
Karena barang ini sangat langka, maka mereka selalu memesannya.
Jang menyerahkan daftar nama itu, Yeong Joo membacanya : Lee Yoon Sung. Lee Yoon Sung.
Jaksa Kim lalu membuat recap semua pertemuan dengan Yoon Sung :
Kali pertama aku bertemu dengannya, ia sedang bersama pacar Lee Kyung Wan, Kim Mi Hee.
Hari itu ketika Seo Yong Hak bertemu Hodson di hotel, dia juga ada di hotel.
Saat rekaman video waktu pemilihan itu dicuri.
Dia berkata tidak kenal Steve Lee, tapi ada mainan kecil itu di rumah Lee, itu pasti mainan yang sama yang dimiliki Kim Nana.
Waktu kampanye, saat Seo Yong Hak diculik, Lee Yoon Sung tidak pulang malam itu. Dia mengenakan baju yang kutinggalkan di rumah Soo Hee.
Itu adalah hari saat City Hunter ditembak. Jadi dia pasti sudah mengganti bajunya..
Yeong Joo sadar sekarang dan lari keluar. Aku harus ke satu tempat.
Yeong Joo menemui Soo Hee, Mengapa Lee Yoon sung mengenakan bajuku?
Soo Hee ketawa, kau datang tiba-tiba hanya untuk menanyakan itu?
Yeong Joo : Saat Seo Yong Hak dipilih sebagai calon dari Partai Nasional Baru di hari pemilihan itu, Lee Yoon Sung datang kesini dan kau memberinya bajuku untuk dipakai, benar kan?
Soo Hee : Waktu itu hujan dan bajunya basah.
Yeong Joo : Hari itu, tidak hujan.
Soo Hee menggerakkan jarinya dan Yeong Joo berkata kalau Soo Hee menggambar lingkaran dengan jarinya kalau berbohong. Kau belum berubah.
Yeong Joo : Sepertinya kau bersama pria itu.
Soo Hee : Bukankah sedikit aneh, bicara tentang pria lain dengan mantan suamiku?
Yeong Joo : Seperti saat aku mengejar penjahat dan terluka. Apa kau sudah merawat Lee Yoon Sung?
(oh gitu ya pertemuan mereka…asyik juga)
Soo Hee : Lee Yoon Sung terluka? Kalau begitu, dia harus dibawa ke RS. Kenapa aku harus merawatnya?
Yeong Joo berkata tidak masalah jika Soo Hee tidak akan mengatakan-nya, ia akan menyelidiki sendiri.
Yeong Joo keluar. Ia jalan ke bak sampah Soo Hee dan memeriksanya. Tapi tidak menemukan hal mencurigakan.
Soo Hee mengintipnya dan menghela nafas. Yeong Joo kesal dan pergi.
Soo Hee membuka pintu sebelah dalam, dan …City Hunter ada di dalam.
Soo Hee memberikan baju dan berkata untung tidak ada noda darah di baju, sayang kalau dibuang.
Yoon Sung tersenyum, setiap kali aku dalam kesulitan mengapa kau selalu membantuku?
Soo Hee : Aku hanya merasa kasihan kalau aku melihat anak yang tersesat. Aku pikir kau tersesat.
Yoon Sung tertegun mendengarnya. Soo Hee pesan kalau ia sudah memberikan anestesi, jadi mungkin Yoon Sung akan mengantuk. Jadi jangan menyetir dulu.
Shik Joon mengemasi barang Yoon Sung sambil bicara sendiri, kalau baru sekarang ia melihat Yoon Sung tersenyum bahagia. Rumah ini bagus untuk Yoon Sung.
Shik Joon tanpa sengaja menjatuhkan barang dan ia segera membereskannya. Tidak menyadari kalau foto Ayah-ibu Yoon Sung dan Jin Pyo terjatuh di bawah meja. Shik Joon juga mengantongi kratingdaeng dari Nana.
Shik Joon menunggu Yoon Sung sambil memandangi foto keluarga Nana. Ia seperti minta maaf pada mereka.
Yoon Sung datang. Shik Joon menanyakan perawatan luka Yoon Sung dan tanya kenapa Yoon Sung tidak minum kratingdaengnya.
Yoon sung segera mengambil kratingdaeng itu dan mengantonginya. Aku akan meminumnya nanti. Ini persis Gu Jun Pyo
Shik Joon ingin tahu apa Nana sudah tahu kalau Yoon Sung adalah City Hunter. Yoon Sung berkata sepertinya tidak.
Shik Joon lega. Lalu pergi, ia minta Yoon Sung istirahat dan pulang dengan taksi saja.
Yoon Sung menunggu Nana untuk berpamitan.
Nana ada di supermarket dan memikirkan mata City Hunter, ia menyangkal, tidak mungkin ..pasti bukan.
Nana akan mengambil bawang dan wortel tapi dibatalkan karena ia tahu Yoon Sung tidak suka. Nana membeli daging dalam jumlah banyak.
Nana pulang dan terkejut melihat Yoon Sung tidur di sofa, kau pulang cepat sekali. Aku tidak melihat mobilmu diluar.
Yoon Sung tidak menjawab, ia tidur nyenyak. Nana menghela nafas, kau terlihat sangat lelah.
Nana masak. Ia merebus soun dan membuat japchae daging spesial, sup dll buat Yoon Sung.
Nana mendekati Yoon Sung dan memberanikan diri membangunkan Yoon Sung. Tapi Yoon Sung tidur nyenyak sekali, tidak bangun juga.
Nana mengamati wajah Yoon Sung dan menutup wajah Yoon Sung sehingga hanya terlihat matanya saja.
Nana melihat mata yang mirip dengan mata City Hunter. Nana syok dan menutup mulutnya.
Yoon Sung terbangun, apa yang kau lakukan?
Nana berdiri dan berkata ia tadi hampir bersin, jadi menutup mulut untuk menahannya. Nana takut membangunkan Yoon Sung.
Nana mengajak Yoon Sung makan. Yoon Sung diam saja.
Keduanya duduk bersama dan suasananya kaku. Nana berkata ia sengaja masak japchae daging karena Yoon Sung tidak mau sayur. Cobalah. Walaupun rasanya belum tentu enak.
Nana mulai makan, tapi Yoon Sung diam saja. Kau tidak akan makan?
Yoon Sung : Lupakan apa yang terjadi waktu itu. Karena kau punya harga diri tinggi dan sopan makanya aku bercanda. (Ciuman) Itu tidak ada artinya.
Nana : Lee Yoon Sung.
Yoon Sung : Hanya karena kita sudah berciuman, matamu jadi lain sekarang. Kau tidak berbeda. Terlalu mudah.
Nana tidak mengerti : Mudah?
Yoon Sung : Ya. Terlalu mudah, jadi tidak ada artinya. Tiba-tiba jadi tidak terasa sama sekali.
Yoon Sung : Saat itu tidak penting membicarakan itu. Apa yang kau pikirkan tentangku saat pertama melihatku itu benar, Aku memang pria seperti itu.
Aku sudah memindahkan barangku. Kau bisa tinggal disini selama yang kau mau. Aku tidak akan membiarkan rumah ini kosong.
Saat kita bertemu di Blue House, kita saling menyapa biasa saja. Hanya dengan itu..kita tidak akan menjadi kikuk satu sama lain.
Yoon Sung jalan pergi tanpa menyentuh makanan-nya.
Nana terlihat terluka.
Diluar, Yoon Sung berdiri di tangga. Ia bicara sendiri, aku tidak bisa jatuh cinta. Ini takdirku.
Yoon Sung teringat saat-saat bersama Nana. Saat main air, menempel plester pororo, bermobil bersama, duduk di jembatan, sampai saat ia mencium Nana.
Yoon Sung menahan tangis dan pergi.
Nana masuk kamar Yoon Sung yang sudah kosong. Ia juga mengingat saat2 bersama Yoon Sung.
Yoon Sung pulang (keren pintunya). Shik Joon heran, cepat sekali. Kukira kau paling tidak akan makan malam dulu sebelum pergi.
Shik Joon memberikan dokumen, kau sudah tahu kalau Kim Jong Shik adalah satu dari lima orang itu? Itulah mengapa kau mengumpulkan kliping berita ini?
Yoon sung heran dan membuka map itu. Ini bukan miliknya, ini milik Nana, tapi kenapa Nana mengumpulkan ini?
Ada berita di TV, Lee Kyung Wan kena serangan jantung dan harus dibawa ke RS. Yoon Sung melihat berita itu dan syok saat mengenali salah satu paramedik yang berdiri di depan pintu, itu Jin Pyo!
Yoon Sung : Ayah! Dia mau membunuh Lee Kyung Wan sekarang!
Yoon Sung langsung lari.
Jang Pil Jae juga lapor kalau Lee Kyung Wan akan mengatakan semuanya mengenai kejadian th 1983. Datanglah ke RS sekarang.
Yeong Joo kaget dan juga gembira, apa? Lee Kyung Wan akhirnya bicara?
Ia juga segera pergi bersama Jang.
Lee Yoon Sung tiba di RS, ia jalan mengikuti polisi dan paramedik yang sibuk. Yoon Sung kaget saat bertemu Jaksa Kim di ujung lorong.
Lalu ada rombongan perawat yang mendorong dua tempat tidur dorong. Ada dua mayat polisi diatasnya.
Semua kaget, astaga..dia masih sangat muda..
Yoon Sung dan Yeong Joo panik, mereka bergegas jalan ke arah kamar Lee Kyung Wan.
Kamar Lee Kyung Wan sudah dipasang garis polisi, dan banyak orang berkerumun.
Istri Lee menangis. Jaksa Kim menunjukkan badge ke petugas dan masuk. Ia memastikan kalau ini kamar Lee Kyung Wan dan masuk ke dalam.
Banyak orang bisik-bisik,
Dia pantas dibunuh. Ini harga yang harus dibayar karena mencuri uang rakyat.
Dia pantas mendapatkannya.
Politisi itu sama saja.
Tapi Polisi itu tidak melakukan kejahatan.
Jaksa Kim hanya menemukan mayat Lee Kyung Wan.
Yoon Sung pucat dan menoleh. Ia melihat ayahnya.
Lee Jin Pyo …turun tangan sendiri.